Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Ditutup Imbas Kebakaran Hutan Tahura R Soerjo
PlatMerah.com, Jawa Timur – Pendakian Gunung Arjuno-Welirang ditutup sementara mulai Rabu, 27 Agustus 2026, menyusul kebakaran hutan yang melanda kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo di Jawa Timur. Penutupan ini diberlakukan untuk memastikan keselamatan para pendaki dan mendukung upaya pemadaman api yang masih berlangsung.
Kebakaran Hutan di Tahura Raden Soerjo
<pKebakaran hutan dan lahan terjadi di tiga titik berbeda di sekitar Gunung Arjuno-Welirang, tepatnya di wilayah Tahura Raden Soerjo. Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi, menyampaikan bahwa titik api terpantau di atas Pondokan dan sekitar Lembah Kidang sejak dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Petugas masih melakukan pemantauan dan berupaya memadamkan api dengan dukungan helikopter untuk water bombing, meski kondisi angin yang kencang sempat membatasi operasi udara.
Penutupan Jalur Pendakian
Akibat kebakaran ini, UPT Tahura Raden Soerjo mengeluarkan surat pengumuman resmi Nomor 500.4.6.101276123.7.22026 yang menetapkan penutupan jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang hingga waktu yang belum ditentukan. Tim pengelola melakukan penyisiran jalur pendakian untuk memastikan tidak ada pendaki yang masih berada di kawasan tersebut dan memastikan semua pendaki telah turun dengan aman.
Upaya Pemadaman dan Keselamatan
Petugas menggunakan berbagai metode pemadaman termasuk persiapan water bombing dengan helikopter. Namun, operasional udara sempat terkendala oleh angin kencang demi menjaga keselamatan tim. Tim di lapangan dari pos Sumber Brantas terus memantau dan menangani tiga titik api yang terdeteksi.
Impak dan Perhatian bagi Pendaki
Penutupan jalur pendakian ini penting untuk menghindari risiko bagi para pendaki dan mendukung kelancaran penanganan kebakaran. Para pendaki diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari pengelola Tahura Raden Soerjo dan menunda rencana pendakian sampai kondisi dinyatakan aman kembali.
Kebakaran hutan ini juga menjadi perhatian penting mengingat potensi kerusakan ekosistem dan ancaman terhadap keselamatan pengunjung serta masyarakat sekitar. Upaya mitigasi dan pencegahan karhutla harus terus diperkuat untuk menjaga kelestarian kawasan hutan dan pegunungan di Jawa Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













