Curhatan Marsella Parioh Sebelum Meninggal di Indekos Gorontalo, Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan

Curhatan Marsella Parioh Sebelum Meninggal di Indekos Gorontalo, Polisi Tidak Temukan Tanda Kekerasan

PlatMerah.com, GorontaloMarsella Parioh, seorang mahasiswi Universitas Ichsan Gorontalo, ditemukan meninggal dunia di kamar indekosnya di Kelurahan Dulalowo Timur, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo pada Selasa, 25 Agustus 2026. Polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun adanya obat-obatan di tempat kejadian perkara.

Kepergian Marsella, yang akrab dipanggil Adel, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung yang menjadi faktor utama dalam penyelidikan kematiannya.

Penemuan Jenazah dan Kronologi Singkat

Penemuan jenazah Marsella bermula dari kekhawatiran keluarga yang tidak dapat menghubungi korban sejak Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 11.00 WITA. Keluarga kemudian meminta pemilik indekos untuk membuka kamar Marsella yang terkunci. Setelah pintu didobrak, jenazah Marsella ditemukan oleh penghuni indekos dan pihak keluarga.

Polisi dan Tim Inafis Polresta Gorontalo Kota segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kematian. Garis polisi dipasang di sekitar lokasi sejak pukul 11.40 WITA untuk mengamankan TKP selama proses penyelidikan.

Curhatan Marsella Sebelum Kejadian

Sebelumnya, Marsella sempat pulang ke kampung halamannya di Desa Pondan, Kecamatan Mantoh, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, pada Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan kepada salah satu kerabat dekat bahwa ia memiliki niat untuk berhenti kuliah karena merasa belum mampu menyelesaikan pendidikannya.

Namun, pada Juli 2026, Marsella memutuskan untuk kembali ke Gorontalo melanjutkan aktivitas perkuliahannya. Ia tercatat sebagai mahasiswi semester III jurusan Teknik Informatika di Universitas Ichsan Gorontalo.

Fakta Penting Mengenai Kasus

  • Korban adalah anak sulung dari tiga bersaudara.
  • Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan fisik maupun obat-obatan di lokasi kejadian.
  • Korban memiliki riwayat penyakit jantung yang dapat menjadi faktor penyebab kematian.
  • Penemuan jenazah dilaporkan setelah keluarga kehilangan kontak lebih dari 24 jam.
  • Tim Inafis Polresta Gorontalo Kota telah melakukan olah TKP secara menyeluruh.

Konteks dan Dampak

Kasus kematian Marsella Parioh ini menjadi perhatian warga setempat karena melibatkan seorang mahasiswa yang masih muda dan aktif dalam perkuliahan. Kejadian ini juga menimbulkan keprihatinan terkait kesehatan mental dan fisik mahasiswa, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit serius.

Pihak keluarga berharap agar kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan mahasiswa serta komunikasi yang lebih intensif antara keluarga dan anak perantauan.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian dan memastikan tidak ada unsur lain yang terlibat dalam kasus ini.

Peristiwa ini juga mendorong peningkatan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan dukungan psikologis bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perantauan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup