Menelusuri Rute Perjalanan KM Legenda Nusantara Sebelum Terbakar di Bombana Sultra yang Menewaskan 2 Awak Kapal

Menelusuri Rute Perjalanan KM Legenda Nusantara Sebelum Terbakar di Bombana Sultra yang Menewaskan 2 Awak Kapal

PlatMerah.com, Sulawesi TenggaraKM Legenda Nusantara 699 mengalami kebakaran hebat di Perairan Kabaena, Selat Tiworo, Sulawesi Tenggara pada Selasa dini hari, 1 September 2026. Insiden ini menewaskan dua dari 13 awak kapal dan menyebabkan kapal tenggelam serta tumpahan bahan kimia ke laut.

Kapal LCT Legenda Nusantara 699 berangkat dengan rute dari Jakarta menuju Morowali, Sulawesi Tengah. Kapal mengangkut muatan berupa alat berat dan bahan kimia. Saat berada di perairan antara Pulau Selayar dan Pulau Kabaena, kapal mengalami guncangan gelombang samping yang menyebabkan muatan bergeser dan diduga memicu kebocoran bahan kimia cair yang kemudian menimbulkan percikan api dan kebakaran.

Rute Perjalanan KM Legenda Nusantara 699

KM Legenda Nusantara 699 memulai pelayaran dari Pelabuhan di Jakarta menuju Pelabuhan di Morowali. Rute kapal melewati perairan Selayar dan Kabaena di Sulawesi Tenggara, wilayah yang dikenal dengan jalur pelayaran utama antar pulau di kawasan tersebut. Kapal mengangkut bahan kimia yang cukup berbahaya dan alat berat, sehingga penanganan muatan memerlukan kehati-hatian ekstra.

Peristiwa Kebakaran dan Evakuasi

Kebakaran terjadi sekitar pukul 01.00 WITA saat kapal berada di tengah laut. Percikan api diduga berasal dari kebocoran muatan bahan kimia cair. Api dengan cepat menyebar, memaksa seluruh 13 awak kapal untuk dievakuasi. Evakuasi darurat dibantu oleh kapal KM KBR Benua 2 yang berada di sekitar lokasi, dan seluruh korban berhasil dievakuasi dari kapal yang terbakar.

Dari 13 awak kapal, dua orang yang menjabat sebagai Mualim II dan Juru Minyak III meninggal dunia akibat kebakaran dan paparan bahan kimia. Empat awak kapal lainnya menjalani perawatan intensif di RSUD Baharuddin, Kabupaten Muna, karena mengalami luka bakar dan keracunan bahan kimia, sementara tujuh awak kapal lainnya selamat tanpa luka serius.

Penanganan dan Dampak Lingkungan

Setelah kebakaran, kapal dilaporkan tenggelam dan bahan kimia yang diangkut tumpah ke perairan sekitar. Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama instansi terkait segera melakukan koordinasi penanganan evakuasi serta antisipasi dampak lingkungan akibat tumpahan bahan kimia.

Instansi terkait, termasuk Polres Muna, Pol Air Raha, Basarnas Kendari, dan Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Raha, aktif melakukan penanganan dan pengawasan situasi. Keselamatan awak kapal dan perlindungan lingkungan laut menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

Penyelidikan Penyebab Kebakaran

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Data awal menunjukkan bahwa guncangan gelombang menyebabkan muatan bahan kimia bergeser sehingga memicu kebocoran dan percikan api. Pihak Kementerian Perhubungan juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi hingga hasil penyelidikan resmi dirilis.

Insiden ini menimbulkan perhatian serius terkait keselamatan pelayaran dan penanganan muatan bahan berbahaya, terutama bahan kimia, dalam transportasi laut yang melintasi perairan Indonesia.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dan prosedur penanganan muatan yang ketat, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi kecelakaan di laut untuk meminimalisasi korban jiwa dan dampak lingkungan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup