Istri Bambang Setiawan Tak Kenali Dua Sketsa Wajah Terduga Pelaku Pengeroyokan
PlatMerah.com, Jakarta – Polisi telah merilis dua sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan terhadap Bambang Setiawan, pedagang cermin yang meninggal dunia akibat kerusuhan pada 27 Agustus lalu di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun, istri korban menyatakan tidak mengenali kedua sketsa tersebut.
Sketsa wajah pelaku dibuat berdasarkan keterangan 14 saksi dan rekaman CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Tim KompasTV yang melakukan peliputan langsung mendatangi keluarga korban dan menunjukkan sketsa tersebut, namun sang istri tidak mengenali siapapun dari gambar itu.
Selain keluarga, warga sekitar lokasi kejadian serta pedagang di sepanjang pinggir rel Pejompongan juga tidak mengetahui identitas pelaku berdasarkan sketsa yang dirilis polisi. Ketua RT 002/06 Pejompongan, Palmerah, Jakarta Pusat, Aban Sobandi, yang juga didatangi tim peliput, mengonfirmasi bahwa kedua sosok dalam sketsa memang terlihat dalam rekaman video saat korban mengalami kekerasan.
Fakta Utama Kasus Pengeroyokan
- Korban, Bambang Setiawan, adalah pedagang cermin di Pejompongan, Tanah Abang.
- Peristiwa pengeroyokan terjadi pada 27 Agustus 2026 yang berujung pada kematian korban.
- Polisi merilis dua sketsa wajah pelaku berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV.
- Keluarga dan warga sekitar tidak mengenali sketsa tersebut.
Konteks dan Dampak
Kasus ini menjadi sorotan karena kerusuhan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seorang pedagang kecil di area bisnis yang ramai. Penyelidikan terus dilakukan oleh Polda Metro Jaya untuk mengungkap identitas para pelaku dan memberikan keadilan bagi korban serta keluarganya.
Ketidakmampuan keluarga dan warga sekitar mengenali pelaku dari sketsa memperlihatkan tantangan dalam proses identifikasi dan pengungkapan kasus ini. Polisi masih mengandalkan bukti rekaman video dan keterangan saksi untuk melacak pelaku pengeroyokan yang bertanggung jawab.
Kasus ini juga menimbulkan keprihatinan terkait keamanan di kawasan perdagangan Pejompongan, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat kecil. Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan keadilan bagi para pelaku usaha di area tersebut.
Pengungkapan dan penangkapan pelaku merupakan langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan dan memastikan bahwa hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











