Tragedi di Bali: Warga Australia Habisi Dua Anak Kandung dan Akhiri Hidupnya Sendiri

Tragedi di Bali: Warga Australia Habisi Dua Anak Kandung dan Akhiri Hidupnya Sendiri

PlatMerah.com, Bali – Sebuah peristiwa tragis terjadi di sebuah bungalow di kawasan Kuta, Bali, pada 13 September 2026. Seorang pria berkewarganegaraan Australia, berinisial SDJ (57), mengakhiri hidup kedua anak kandungnya, ADS (7) dan LKS (4), sebelum akhirnya bunuh diri. Kejadian ini terungkap lewat rekaman CCTV yang menangkap aksi memilukan tersebut.

Rekaman CCTV menunjukkan bagaimana SDJ mencekik leher putra pertamanya hingga tewas. Anak perempuan yang ketakutan berusaha melarikan diri sambil mengucapkan “I love you, Daddy” dalam upaya menyentuh hati sang ayah. Namun, usaha tersebut gagal dan ia pun akhirnya menemui nasib yang sama. Setelah memastikan kedua anaknya meninggal dunia, SDJ mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan kabel setrika yang diambil dari gudang bungalow tersebut.

Fakta Utama Kasus

  • Korban terdiri dari SDJ (ayah), ADS (7 tahun), dan LKS (4 tahun).
  • Kedua anak menunjukkan tanda-tanda kekerasan pada bagian leher berdasarkan pemeriksaan medis.
  • Pelaku memiliki riwayat kecemasan akut dan hubungan rumah tangga yang renggang sejak 2022.
  • Penyidikan dihentikan karena pelaku utama meninggal dunia akibat bunuh diri.

Kronologi Singkat Peristiwa

Berdasarkan analisis rekaman CCTV dan keterangan saksi, SDJ mulai dengan mencekik ADS. Melihat kejadian ini, LKS berusaha melarikan diri dan menyampaikan kata-kata penuh kasih sayang untuk menyelamatkan dirinya. Namun, ayahnya membawa kembali LKS ke dalam kamar dan mengakhiri hidup keduanya secara sadis. Setelah itu, SDJ mengambil tali dari gudang dan melakukan gantung diri di dalam bungalow.

Konteks dan Kondisi Pelaku

Keterangan dari istri pelaku mengungkapkan bahwa hubungan rumah tangga mereka sudah renggang sejak 2022 akibat sering cekcok. Selain itu, SDJ diketahui memiliki tingkat kecemasan yang tinggi, yang diduga berkontribusi pada tragedi ini. Pemeriksaan medis juga menguatkan bahwa kematian SDJ akibat gantung diri dengan indikasi biologis mendukung temuan tersebut.

Dampak dan Tindak Lanjut

Pihak kepolisian Polresta Denpasar telah menghentikan penyidikan kasus ini karena pelaku utama tewas. Tragedi ini menjadi peringatan penting mengenai pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dinamika keluarga, terutama bagi warga negara asing yang tinggal di Indonesia.

Kasus ini juga menimbulkan keprihatinan masyarakat Bali dan menyoroti pentingnya dukungan psikologis untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar, sekaligus menuntut peningkatan kesadaran akan kesehatan mental serta perlindungan anak dalam keluarga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup