Belajar dari Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Keselamatan Jangan Diperhatikan Hanya Saat Terjadi Musibah

Belajar dari Hilangnya 5 Jurnalis di Selat Sunda, Keselamatan Jangan Diperhatikan Hanya Saat Terjadi Musibah

PlatMerah.com, Jakarta – Hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal saat meliput di sekitar Gunung Anak Krakatau menjadi peringatan penting bagi dunia pers mengenai pentingnya sistem keselamatan kerja wartawan. Kejadian ini menggarisbawahi bahwa keselamatan tidak boleh hanya diperhatikan setelah musibah terjadi, melainkan harus menjadi bagian integral dari mekanisme penugasan dan peliputan.

Fakta Utama Kejadian

Lima jurnalis yang hilang yakni M Bagus Khoirunnas (LKBN ANTARA Biro Banten), Arie Basuki (Merdeka.com), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu Agency), dan Donal (freelance). Mereka bersama tiga kru kapal berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedogan, Carita, Pandeglang pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB. Komunikasi terakhir terjadi 42 menit setelah keberangkatan, sejak itu keberadaan mereka belum diketahui. Upaya pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur gabungan dan sejumlah kapal.

Pentingnya Keselamatan dalam Penugasan Jurnalis

Wartawan senior Naek Pangaribuan menegaskan bahwa keselamatan wartawan tidak bisa hanya dibebankan pada individu. Perusahaan media dan pihak penugasan juga bertanggung jawab menyediakan kondisi kerja yang aman. Aspek-aspek seperti pengecekan kapal, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan, pemantauan cuaca, jalur evakuasi, dan komunikasi antara tim peliputan dan redaksi harus dipastikan sebelum keberangkatan.

Naek juga menekankan perlunya protokol jelas saat meliput bencana alam, termasuk batas aman peliputan dan kewenangan menghentikan kegiatan jika situasi membahayakan. Budaya kerja yang mengagungkan keberanian sebagai nekat harus diubah; keberanian berarti mampu mengambil keputusan mundur demi keselamatan.

Koordinasi dan Evaluasi Mekanisme Penugasan

Kejadian ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh mekanisme penugasan wartawan di wilayah berisiko tinggi. Koordinasi antara media dan otoritas terkait sangat penting, terutama dalam mendapatkan informasi kondisi cuaca, aktivitas gunung api, dan potensi bahaya lainnya sebelum keberangkatan tim peliputan. Standar keselamatan harus menjadi bagian dari sistem kerja jurnalistik untuk melindungi wartawan saat menjalankan tugas.

Dampak dan Upaya Pencarian

Pemerintah telah mengerahkan unsur gabungan untuk melakukan pencarian di wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi hilangnya rombongan tersebut. Upaya ini mencerminkan pentingnya perlindungan terhadap kerja jurnalistik sekaligus memastikan keselamatan para jurnalis yang meliput di daerah berbahaya.

Perlindungan Keselamatan Jurnalis sebagai Prioritas

Kasus hilangnya lima jurnalis dan tiga kru kapal di Selat Sunda ini menunjukkan bahwa keselamatan wartawan bukan hanya persoalan teknis, tetapi bagian vital dari perlindungan terhadap kebebasan pers dan profesionalisme jurnalistik. Perusahaan pers dan organisasi profesi didorong untuk memperkuat standar keselamatan agar wartawan dapat menjalankan tugas mencari dan menyampaikan informasi tanpa harus mempertaruhkan nyawa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup