Jokowi Bermalam di Tenda Pengungsian Korban Gempa Flores, BNPB Klarifikasi Data 94 Korban Meninggal
PlatMerah.com, Nusa Tenggara Timur – Mantan Presiden Joko Widodo menyempatkan diri bermalam di tenda pengungsian korban gempa bumi di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu malam, 16 September 2026. Kunjungan ini dilakukan di tengah keprihatinan atas tingginya angka kematian di lokasi pengungsian pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Dalam kunjungannya, Jokowi meninjau kondisi infrastruktur serta rumah-rumah warga yang hancur akibat gempa. Ia juga berdialog langsung dengan para kepala suku di Lapangan Guntur, Desa Rokirole, guna mendengarkan langsung kebutuhan dan situasi yang dihadapi para penyintas.
Data Korban Meninggal dan Klarifikasi BNPB
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal akibat gempa bumi di Flores mencapai 142 orang. Dari jumlah tersebut, 94 korban meninggal di lokasi pengungsian. Namun, BNPB menegaskan bahwa kematian 94 orang tersebut bukan disebabkan oleh trauma fisik langsung akibat gempa atau reruntuhan bangunan.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa mayoritas korban yang meninggal di pengungsian merupakan kelompok lansia yang mengalami komplikasi penyakit kronis seperti stroke dan diabetes melitus. Data ini diperoleh melalui verifikasi dan validasi terpadu bersama Kementerian Kesehatan di tujuh kabupaten terdampak.
BNPB memastikan bahwa penanganan medis telah berjalan optimal di berbagai fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu, dengan bantuan medis dan logistik terus disalurkan sejak hari pertama gempa. Pos dukungan logistik aktif di Labuan Bajo dan Maumere untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pengungsi, baik di pengungsian terpusat maupun mandiri.
Situasi Pengungsian dan Dampak Gempa
Hingga pertengahan September 2026, tercatat masih ada sekitar 46.461 jiwa yang bertahan di lokasi pengungsian, jumlah ini menurun signifikan dari sebelumnya yang mencapai lebih dari 150.000 jiwa. Kerusakan akibat gempa cukup masif dengan lebih dari 103.000 unit rumah mengalami kerusakan dari ringan hingga berat.
Gempa tersebut berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, Flores, dan menyebabkan kerusakan infrastruktur yang luas serta memicu kebutuhan mendesak akan bantuan dan pemulihan.
Jokowi yang bermalam di tenda pengungsian menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian langsung kepada warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan pascagempa.
BNPB juga menyampaikan permohonan maaf atas kekhawatiran yang sempat muncul akibat dinamika informasi sebelumnya dan mengajak masyarakat untuk memperkuat dukungan dan doa demi percepatan pemulihan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.














