Disdikpora DIY Tegaskan War Kursi Bimbel SMA Favorit Bukan Indikasi Ketimpangan
PlatMerah.com, Yogyakarta – Fenomena antrean panjang atau yang dikenal sebagai war kursi di bimbingan belajar (bimbel) untuk masuk SMA favorit di Yogyakarta menjadi perhatian Disdikpora DIY. Ratusan orang tua rela datang sejak subuh demi mendapatkan nomor pendaftaran di bimbel Exist, sebagai persiapan menghadapi Asesmen Standardisasi Pendidikan Daerah (ASPD) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang digunakan untuk seleksi masuk SMA negeri.
Fenomena War Kursi Bimbel dan Persepsi Masyarakat
Kepala Disdikpora DIY, Raden Suci Rohmadi, menegaskan bahwa fenomena ini tidak bisa serta merta diartikan sebagai ketimpangan kualitas antar SMA negeri di daerah tersebut. Menurutnya, setiap sekolah memiliki karakteristik, budaya, program, dan keunggulan masing-masing yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilih.
“Itu sesuatu yang wajar karena masyarakat memiliki preferensi berdasarkan pengalaman dan persepsi yang telah berkembang,” ujar Suci.
Upaya Pemerintah Meningkatkan Mutu Pendidikan
Pemerintah daerah saat ini fokus memastikan mutu pendidikan di seluruh SMA negeri DIY terus meningkat dan semakin merata. Disdikpora DIY tidak ingin masyarakat membangun paradigma hanya sekolah tertentu yang dianggap baik.
“Kami ingin setiap SMA memiliki kualitas yang semakin baik dengan karakter dan keunggulan masing-masing. Tidak tepat jika membuat pemeringkatan sekolah paling bagus,” jelas Suci.
Persepsi Sekolah Favorit Masih Kuat
Masyarakat masih terbawa persepsi lama bahwa SMA favorit memiliki kualitas lebih baik, meski kualitas SMA negeri di DIY sudah semakin merata. Persepsi ini terbentuk dari pengalaman, sejarah, prestasi, dan informasi yang berkembang selama bertahun-tahun.
Ke depan, Disdikpora DIY berencana memperkuat komunikasi dan sosialisasi informasi kepada masyarakat agar dapat memahami potensi dan keunggulan setiap sekolah secara objektif.
Kolaborasi Antar Instansi
- Disdikpora DIY
- Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
- Satuan pendidikan SMP
Kolaborasi ini bertujuan memberikan informasi yang lengkap kepada orang tua dan siswa SMP mengenai pilihan SMA, termasuk program, lingkungan belajar, prestasi, dan pengembangan minat serta bakat.
Harapan untuk Orang Tua dan Siswa
Suci memahami antusiasme orang tua dalam mempersiapkan anaknya melalui bimbel sebagai bagian dari ikhtiar pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Yogyakarta menempatkan pendidikan sebagai investasi masa depan anak.
Namun, ia mengingatkan agar persiapan belajar tetap proporsional tanpa memberikan tekanan berlebihan kepada anak.
“Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik atau sekolah tertentu. Karakter, kemandirian, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan kenyamanan anak dalam belajar juga sangat penting,” tegasnya.
Orang tua diharapkan memilih sekolah yang sesuai dengan potensi, minat, serta kebutuhan anak, bukan hanya berdasarkan persepsi sekolah favorit.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













