Kemenhub Ungkap Dampak Gempa di Lima Bandara NTT, Ada Retakan hingga Kerusakan Runway

Kemenhub Ungkap Dampak Gempa di Lima Bandara NTT, Ada Retakan hingga Kerusakan Runway

PlatMerah.com, Nusa Tenggara Timur – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) mengungkapkan dampak gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (16/8) terhadap lima bandara di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemeriksaan dan pemantauan intensif terus dilakukan untuk memastikan keamanan fasilitas, personel, dan kelancaran operasional penerbangan.

Bandara Terdampak Gempa

Gempa bumi tersebut berdampak pada lima bandara utama di NTT, yaitu:

  • Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo
  • Bandar Udara H. Hasan Aroeboesman, Ende
  • Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu
  • Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng
  • Bandar Udara Soa, Bajawa

Kerusakan yang dilaporkan meliputi retakan dan kerusakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK, serta fasilitas pendukung lainnya.

Kerusakan pada Runway dan Fasilitas Navigasi

Salah satu kerusakan signifikan terjadi di Bandar Udara Soa, di mana landasan pacu (runway) mengalami kerusakan sedang disertai munculnya retakan baru di beberapa titik. Selain itu, fasilitas pelayanan navigasi penerbangan juga terdampak, khususnya pada unit-unit di Labuan Bajo, Ende, Maumere, Bajawa, dan Ruteng.

Meskipun terdapat kerusakan pada gedung tower di beberapa lokasi, pelayanan navigasi penerbangan sementara dialihkan ke lokasi yang dinilai aman untuk menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan.

Keselamatan Personel dan Penanganan Darurat

Seluruh personel penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di lokasi terdampak dilaporkan dalam kondisi selamat. Ditjen Hubud juga telah menyiapkan contingency plan sebagai antisipasi guna menjaga keselamatan dan keberlangsungan layanan navigasi penerbangan.

Pemeriksaan kondisi fasilitas dan infrastruktur bandara terus dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah juga menyiapkan dukungan pengiriman bantuan kepada masyarakat terdampak melalui skema Get Airport Ready for Disaster (GARD).

Prioritas Keselamatan dan Imbauan untuk Masyarakat

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak gempa di NTT. Masyarakat yang akan menggunakan transportasi udara di wilayah terdampak diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari pengelola bandara maupun maskapai penerbangan.

Ditjen Hubud akan terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Informasi terbaru mengenai kondisi bandara dan operasional penerbangan akan diberikan setelah hasil pemeriksaan dan asesmen terkini diterima.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup