Gubernur Sumsel Dorong Industri Lokal lewat Pabrik Tapioka, Upaya Hilirisasi Komoditas Ubi Kayu
Latar Belakang Industri Ubi Kayu di Sumatera Selatan
Plat Merah – Sumatera Selatan (Sumsel) selama dekade terakhir menonjol sebagai produsen ubi kayu (tapioka) terbesar di Indonesia, dengan produksi mencapai 1,2 juta ton pada tahun 2025. Potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan karena mayoritas hasil panen masih dijual sebagai bahan mentah. Pemerintah provinsi, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, telah menyiapkan program hilirisasi yang menargetkan nilai tambah minimal 30% dari total produksi.
Kunjungan Gubernur ke Pabrik Pengolahan Tepung Tapioka
Pada Kamis, 9 Juli 2026, Gubernur Sumsel Herman Deru melakukan kunjungan resmi ke pabrik pengolahan tepung tapioka milik PT. Indralaya Agro di Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir. Kunjungan tersebut menandai penutupan rangkaian agenda kerja gubernur selama tiga hari, yang mencakup pertemuan dengan petani, lembaga riset, dan perwakilan asosiasi industri.
Selama peninjauan, Deru menyaksikan proses mulai dari pencucian umbi, pengupasan, pengeringan, hingga penggilingan menjadi tepung berkualitas tinggi. “Produk ini memiliki nilai tambah yang dapat meningkatkan daya saing komoditas pertanian daerah,” ujarnya.
Data dan Statistik Pabrik
| Keterangan | Nilai |
|---|---|
| Kapasitas produksi | 150 ton/ bulan |
| Investasi awal | Rp 45 miliar |
| Jumlah tenaga kerja | 320 orang (langsung) |
| Pasar utama | Domestik 70%, Ekspor 30% |
| Nilai tambah per ton | Rp 3,5 juta |
Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Pelaku Usaha
Gubernur menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektoral. Ia menyebutkan tiga pilar utama:
- Pemerintah: kebijakan insentif pajak, penyediaan lahan, dan dukungan infrastruktur.
- Akademisi: riset varietas ubi yang lebih produktif, pengembangan teknologi pengolahan ramah lingkungan.
- Pelaku Usaha: investasi pada lini produksi, pelatihan tenaga kerja, dan pemasaran produk.
Kerjasama ini sudah diwujudkan dalam program Sumsel Agro Innovation Hub, yang menggabungkan universitas Sriwijaya, Balai Penelitian Tanaman Padi, dan beberapa koperasi tani.
Kronologi Kunjungan Gubernur
- 08.00 – Kedatangan di kantor Bupati Ogan Ilir, sambutan resmi.
- 08.30 – Tur pabrik, pengamatan proses produksi.
- 10.00 – Diskusi panel dengan pemilik pabrik, petani, dan peneliti.
- 11.15 – Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah provinsi dan PT. Indralaya Agro untuk program pelatihan teknis.
- 12.00 – Foto bersama dan penutupan agenda.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Pengembangan industri berbasis lokal ini diproyeksikan menghasilkan dampak multiplikatif:
- Penyerapan tenaga kerja tambahan hingga 1.200 orang dalam tiga tahun ke depan.
- Peningkatan pendapatan petani rata‑rata 25% melalui kontrak pasokan jangka panjang.
- Peningkatan penerimaan pajak daerah sebesar Rp 12 miliar per tahun.
- Penguatan ketahanan pangan regional dengan diversifikasi produk olahan.
Selain itu, peningkatan nilai tambah produk memungkinkan Sumsel menembus pasar ekspor, terutama ke negara‑negara Asia Tenggara yang memiliki permintaan tinggi akan produk berbasis tapioka.
Tantangan dan Prospek Kedepan
Walaupun prospek menjanjikan, ada beberapa hambatan yang harus diatasi:
- Ketersediaan bahan baku: fluktuasi cuaca dapat memengaruhi hasil panen ubi kayu.
- Infrastruktur logistik: akses jalan ke daerah produksi masih terbatas, meningkatkan biaya transportasi.
- Standar kualitas: diperlukan sertifikasi internasional untuk menembus pasar ekspor.
Gubernur Deru menutup kunjungan dengan harapan agar model kolaboratif ini dapat direplikasi pada komoditas unggulan lain seperti kopi, kelapa sawit, dan kakao. Ia menegaskan, “Sinergi kuat seperti inilah yang akan membuat roda perekonomian kita tetap berjalan kencang dan tidak selalu tergantung pada APBN atau APBD.”
Dengan langkah konkret ini, Sumatera Selatan berpotensi menjadi contoh sukses bagi provinsi lain dalam mengoptimalkan sumber daya lokal, memperkuat kemandirian ekonomi, dan membuka lapangan kerja yang berkelanjutan bagi masyarakatnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












