Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Diburu Investor, IHSG Melonjak ke 6.231

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Diburu Investor, IHSG Melonjak ke 6.231

Plat Merah – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin (20/7/2026), mencapai level 6.231. Kenaikan ini didorong oleh aksi beli investor terhadap sejumlah saham blue chip dan tambang, termasuk saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang menjadi salah satu primadona. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat, nilai transaksi saham PT Bumi Resources Tbk mencapai Rp 438,74 miliar, menjadikannya salah satu saham paling aktif diperdagangkan. Kapitalisasi pasar IHSG pun tembus Rp 10.860 triliun.

Pada sesi pembukaan, IHSG sudah menguat 0,36% ke 6.197, dan terus merangkak naik hingga akhir sesi. Sebanyak 399 saham menguat, sementara 210 saham melemah. Sektor industri mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,44%, didorong oleh lonjakan saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) yang naik 23,53%. Namun, perhatian investor juga tertuju pada saham PT Bumi Resources Tbk yang konsisten mencatatkan penguatan. Pada awal perdagangan, harga saham BUMI naik 2% menjadi Rp 153, dengan level tertinggi Rp 154 dan terendah Rp 150. Volume perdagangan saham BUMI mencapai 1,97 juta lembar dengan frekuensi 4.957 kali.

Analis menilai, minat investor terhadap saham PT Bumi Resources Tbk dipicu oleh sentimen positif dari sektor energi dan prospek pemulihan ekonomi global. Selain itu, rekomendasi dari berbagai sekuritas turut mendorong aksi beli. BNI Sekuritas, misalnya, merekomendasikan speculative buy untuk saham BUMI pada kisaran Rp 147-Rp 149, dengan target harga jangka pendek Rp 151-Rp 153. Sementara itu, MNC Sekuritas juga memasukkan BUMI dalam daftar saham rekomendasi harian. “Saham PT Bumi Resources Tbk menarik untuk dicermati karena momentum penguatan yang didukung volume tinggi,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman dalam risetnya.

Selain BUMI, saham lain yang diburu investor antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai transaksi Rp 1,94 triliun, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 1,64 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1,19 triliun. Aksi beli asing juga terlihat signifikan, dengan net buy mencapai Rp 283 miliar di pasar reguler pada perdagangan sebelumnya. Hal ini turut menopang penguatan IHSG yang diperkirakan masih berpotensi naik menuju resistance 6.264.

Secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal bullish dengan indikator MACD yang positif. Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova memproyeksikan IHSG dapat menembus level 6.377 jika mampu bertahan di atas 6.264. Namun, ia mengingatkan potensi koreksi jika indeks turun di bawah support 6.125. Sementara itu, bursa Asia bergerak bervariasi, dengan Hang Seng naik 2,36% dan Shanghai Composite tumbuh 0,85%, sedangkan Nikkei stagnan dan Straits Times turun tipis.

Dengan tingginya minat investor terhadap saham PT Bumi Resources Tbk dan saham-saham unggulan lainnya, IHSG diprediksi masih akan bergerak positif dalam jangka pendek. Investor disarankan untuk mencermati level support dan resistance, serta memanfaatkan momentum kenaikan untuk trading jangka pendek. Secara keseluruhan, sentimen pasar yang positif, ditambah dengan aliran dana asing, menjadi katalis utama penguatan IHSG pada awal pekan ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup