Saham Bumi Melonjak, Prajogo Pangestu Kembali Jadi Orang Terkaya Indonesia

Saham Bumi Melonjak, Prajogo Pangestu Kembali Jadi Orang Terkaya Indonesia

Plat Merah – Pasar modal Indonesia kembali bergairah dengan reli saham-saham sektor energi dan sumber daya alam. Fenomena yang dikenal sebagai saham bumi ini mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus level 6.340 pada Selasa (21/7/2026), melanjutkan tren positif selama dua hari berturut-turut. Kenaikan IHSG sebesar 1,74% didorong oleh lonjakan saham-saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu, yang kembali mengantarkannya ke puncak daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes.

Reli saham bumi dipicu oleh sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Di pasar global, bursa Amerika Serikat menguat setelah Presiden Donald Trump meresmikan program investasi baru. Di dalam negeri, investor asing mencatatkan net buy Rp360,21 miliar di pasar reguler, dengan sektor energi menjadi penyumbang kenaikan terbesar sebesar 3,48%. Saham-saham seperti DSSA naik 15,34%, AMMN menguat 6,98%, dan BBRI bertambah 1,66%.

Prajogo Pangestu, pendiri Grup Barito, menikmati lonjakan kekayaan hingga US$28,6 miliar (Rp512 triliun) berkat penguatan saham-saham portofolionya. Saham Barito Pacific (BRPT) naik 8,28% dalam sepekan, Barito Renewables Energy (BREN) naik 6% dalam sehari, Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) melonjak 15,2%, dan Chandra Daya Investasi (CDIA) terapresiasi 13,39%. Kenaikan ini membuat Prajogo menggeser Low Tuck Kwong, pemilik Bayan Resources, yang kini berada di posisi kedua dengan kekayaan US$20,2 miliar.

Di sisi lain, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mengumumkan perolehan fasilitas pinjaman hingga US$300 juta dari Bangkok Bank untuk menggarap dua proyek panas bumi. Pendanaan ini akan digunakan untuk proyek Suoh Sekincau di Lampung dan Hamiding di Maluku. Fasilitas A sebesar US$105 juta akan mendukung tahap prakonstruksi Suoh Sekincau, sedangkan Fasilitas B senilai US$195 juta dialokasikan untuk penyertaan modal kedua proyek. Langkah ini memperkuat posisi BREN di sektor energi baru terbarukan dan menjadi katalis positif bagi saham bumi lainnya.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memprediksi IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke kisaran 6.355-6.398 pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Namun, ia mengingatkan adanya potensi koreksi jangka pendek ke level 6.274-6.307. Rekomendasi saham yang dapat dicermati antara lain BRMS, MAPA, MDKA, dan TLKM. Sementara itu, PT Pilarmas Investindo Sekuritas merekomendasikan BIPI, BRMS, dan NCKL.

Selain Grup Barito, sejumlah emiten lain juga mencatatkan aksi korporasi signifikan. FORU, misalnya, menyiapkan rights issue senilai Rp27,1 triliun. Sementara itu, AGAR mengungkapkan rencana pengambilalihan saham oleh Suprajitno Sutomo yang dapat mengubah struktur pengendali perseroan. Di sisi lain, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan 59 saham yang berpotensi di-delisting dan menambah 37 saham baru ke dalam kategori High Shareholding Concentration.

Pergerakan saham bumi juga didukung oleh data ekonomi makro dan kebijakan pemerintah. Demutualisasi BEI menjadi inisiatif untuk membuka kepemilikan saham bursa ke publik. Sektor energi dan pertambangan menjadi primadona, seiring dengan kenaikan harga komoditas global dan meningkatnya investasi di proyek-proyek infrastruktur energi.

Secara keseluruhan, reli saham Grup Barito dan penguatan IHSG mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek sektor energi dan sumber daya alam Indonesia. Dengan dukungan pendanaan proyek panas bumi dan aksi beli asing, saham bumi diperkirakan masih akan menjadi motor penggerak bursa dalam waktu dekat. Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi dan melakukan diversifikasi portofolio.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup