Bitcoin Tanggapi Serangan Coldcard dan Penundaan Clarity Act, Harga Bergerak Naik Didukung Pembelian ETF

Bitcoin Tanggapi Serangan Coldcard dan Penundaan Clarity Act, Harga Bergerak Naik Didukung Pembelian ETF

PlatMerah.com – Harga Bitcoin menunjukkan ketahanan meskipun menghadapi sejumlah berita negatif baru-baru ini, seperti serangan peretasan pada dompet Coldcard dan penundaan pengesahan Clarity Act di Amerika Serikat. Pada perdagangan Jumat, Bitcoin diperdagangkan di atas level $65.000, mencatat kenaikan hampir 4% selama sepekan terakhir.

Serangan terhadap dompet Coldcard yang terjadi sekitar satu pekan lalu menyebabkan hilangnya lebih dari $130 juta Bitcoin akibat celah keamanan pada perangkat lunak dompet tersebut. Kejadian ini mengguncang komunitas Bitcoin yang selama ini menilai solusi cold storage sebagai metode penyimpanan yang paling aman.

Sementara itu, pengesahan Clarity Act yang diharapkan menjadi regulasi digital asset di AS mengalami penundaan hingga September karena masa reses legislatif. Regulasi ini dianggap dapat memberikan sentimen positif bagi pasar Bitcoin jika disetujui.

Permintaan Institusional Mendorong Kenaikan Harga Bitcoin

Meski menghadapi hambatan, harga Bitcoin naik karena arus masuk dana besar pada produk Exchange-Traded Funds (ETF) Bitcoin yang diatur secara ketat. Data menunjukkan dana segar senilai $763,6 juta mengalir ke ETF Bitcoin sejak awal minggu ini, termasuk produk dari BlackRock dan Morgan Stanley. Fenomena ini memperlihatkan kepercayaan investor institusional yang kuat terhadap aset kripto tersebut.

Selain itu, pada tanggal 6 Agustus, Bitcoin ETF mencatat inflow bersih sebesar $128,69 juta, diikuti oleh produk Ethereum yang juga mengalami inflow sebesar $92,15 juta. Arus modal yang simultan ke dua aset kripto utama ini menandakan strategi portofolio yang terencana, bukan sekadar pergeseran spekulatif.

Analisis Teknikal Bitcoin: Sinyal Masih Bearish

Secara teknikal, Bitcoin masih berada dalam fase bearish dengan adanya pola death cross, di mana rata-rata harga 50 hari berada di bawah rata-rata 200 hari. Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran $64.938, belum berhasil menembus ke atas moving average tersebut. Indeks Relative Strength Index (RSI) menunjukkan nilai netral di angka 54,6, menandakan momentum pasar belum cukup kuat untuk breakout.

Secara fundamental, penurunan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve memberikan harapan bagi aset berisiko termasuk Bitcoin. Namun, harga harus mampu menembus level resistance sekitar $66.000 untuk membuka peluang kenaikan berkelanjutan menuju kisaran $72.000.

Kinerja dan Aktivitas Penambangan Bitcoin oleh Consensus Mining & Seigniorage Corporation

Consensus Mining & Seigniorage Corporation melaporkan hasil keuangan kuartal kedua tahun 2026 dengan nilai kepemilikan Bitcoin sebesar $20,7 juta per 30 Juni 2026. Perusahaan mencatat kerugian bersih sebesar $2,7 juta pada periode tersebut, menurun dari laba bersih $6,7 juta pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan mengoperasikan penambangan Bitcoin dengan kapasitas 97 petahash dan juga melakukan penambangan scrypt untuk Litecoin dan Dogecoin. Selama kuartal kedua, mereka menambang 3,2 Bitcoin dan menambah 0,5 Bitcoin dari hasil penjualan Dogecoin. Total kepemilikan Bitcoin perusahaan mencapai 354 BTC.

Dampak dan Prospek Pasar Bitcoin

Serangan keamanan terhadap Coldcard menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan dompet hardware, namun tidak mengurangi minat investor institusional terhadap Bitcoin yang tercermin dari aliran dana masuk ke ETF. Penundaan Clarity Act menunda kepastian regulasi, tetapi pasar tetap optimis dengan potensi pengesahan di masa depan.

Secara keseluruhan, Bitcoin berada dalam situasi teknikal yang menantang namun didukung oleh permintaan institusional yang kuat dan harapan kebijakan moneter yang lebih lunak. Investor disarankan untuk memantau perkembangan regulasi dan harga yang harus mampu melewati level resistance penting agar tren positif dapat berlanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup