TLKM Pemulihan pada 2Q26, Kinerja 1H26 Lampaui Ekspektasi

TLKM Pemulihan pada 2Q26, Kinerja 1H26 Lampaui Ekspektasi

PlatMerah.com – Kinerja keuangan Telkom Indonesia (TLKM) pada kuartal kedua tahun 2026 (2Q26) menunjukkan pemulihan signifikan dengan laba bersih yang mencapai Rp6,3 triliun, naik 28% secara tahunan dan 45% secara kuartalan. Hal ini menjadikan laba bersih kuartalan tertinggi sejak kuartal ketiga tahun 2023, sehingga total laba bersih selama semester pertama 2026 (1H26) mencapai Rp10,6 triliun, naik 1% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Kinerja Keuangan dan Operasional TLKM

Laba bersih ternormalisasi TLKM pada 2Q26 tercatat sebesar Rp6,2 triliun, naik 16% YoY dan 21% QoQ, dengan total Rp11,3 triliun selama 1H26, melampaui ekspektasi pasar yang setara 55% dari estimasi laba bersih tahun 2026. Laba ternormalisasi ini mengecualikan beberapa item seperti percepatan depresiasi, pajak atas transfer aset, kerugian investasi belum direalisasi, dan keuntungan one-off dari divestasi bisnis healthcare sebesar Rp429 miliar setelah pajak.

EBITDA selama 1H26 meningkat 4% YoY menjadi Rp37,4 triliun dengan margin stabil di 49,4%. Kenaikan EBITDA didorong oleh kenaikan rata-rata pendapatan per pengguna (ARPU) yang mencapai Rp46 ribu serta jumlah pelanggan yang stabil di 153,5 juta pada 2Q26.

Segmen Mobile dan Fixed Broadband

Pendapatan segmen mobile Telkomsel naik 5,6% YoY menjadi Rp42,8 triliun pada 1H26, dengan ARPU yang terus meningkat hingga Rp46 ribu pada 2Q26 dan jumlah pelanggan yang relatif stabil. Strategi ke depan akan fokus pada pelanggan berkualitas tinggi dengan tingkat churn rendah.

Sementara itu, pendapatan dari IndiHome (fixed broadband) turun 3,8% YoY menjadi Rp12,8 triliun, seiring penurunan ARPU dan jumlah pelanggan yang menyusut. Penurunan pelanggan merupakan bagian dari rekalibrasi basis pelanggan dengan mengeluarkan pelanggan yang tidak aktif berkontribusi pendapatan selama lebih dari 12 bulan.

Strategi Bisnis dan Divestasi

TLKM telah melakukan streamlining bisnis dengan dua divestasi, dua merger, dan penutupan delapan bisnis hingga akhir 2Q26. Divestasi bisnis healthcare menghasilkan keuntungan setelah pajak Rp429 miliar. Target TLKM adalah menyelesaikan enam divestasi, dua merger, dan empat penutupan bisnis hingga akhir 2026.

Di bisnis fiber, TLKM menargetkan penyelesaian fase kedua transfer aset Infranexia pada paruh kedua 2026 dan mencari mitra strategis. Milestone penting akan diumumkan pada akhir kuartal ketiga 2026, dengan implementasi di kuartal keempat.

Bisnis data center juga sedang mencari mitra strategis dengan target penyelesaian value unlocking pada akhir 2026. Meski pendapatan 1H26 tumbuh 4% YoY dan melampaui guidance manajemen sebesar 1-3%, divestasi pada paruh kedua tahun ini diperkirakan akan memberikan tekanan moderat terhadap pertumbuhan pendapatan.

Dampak Keuangan dan Pasar

Rasio capex-to-revenue pada 1H26 hanya mencapai 14,2%, lebih rendah dari target 17-19%, yang turut mendorong kenaikan free cash flow sebesar 12,8% YoY. Free cash flow yang menguat memberikan fleksibilitas TLKM untuk menurunkan utang dan meningkatkan pembagian dividen di masa depan.

Saham TLKM ditutup menguat 4,2% pada penutupan perdagangan 8 Agustus 2026, mencerminkan respons positif pasar terhadap kinerja perusahaan.

Konteks Ekonomi dan Pasar Modal

Kinerja TLKM terjadi di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang menunjukkan tanda pemulihan. Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur pada Juli 2026 naik ke level tertinggi sejak Februari 2026, sementara inflasi melandai sesuai target Bank Indonesia. Namun, neraca perdagangan Indonesia masih mencatat defisit selama dua bulan berturut-turut pada Mei dan Juni 2026.

Pemerintah mempertahankan estimasi pertumbuhan ekonomi 2026 di kisaran 5,6-6% YoY dengan harapan konsumsi rumah tangga, investasi, dan pengeluaran pemerintah tetap resilien. Data resmi pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2026 akan dirilis pada 5 Agustus 2026.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, TLKM menunjukkan performa keuangan yang solid dan pemulihan laba bersih yang kuat pada 2Q26, didukung oleh strategi bisnis yang terfokus dan pengelolaan aset yang efisien. Meskipun terdapat tekanan dari proses divestasi di paruh kedua tahun ini, kinerja 1H26 yang melampaui ekspektasi memberikan sinyal positif bagi investor dan pasar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup