Masyarakat Makin Nyaman Tidak Bawa Uang Tunai, Transaksi QRIS Naik 100,12 Persen

Masyarakat Makin Nyaman Tidak Bawa Uang Tunai, Transaksi QRIS Naik 100,12 Persen

PlatMerah.com – Volume transaksi digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Indonesia melonjak tajam hingga mencapai 12,55 miliar pada paruh pertama tahun 2026. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan pertumbuhan sebesar 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, menandakan semakin tingginya kenyamanan masyarakat dalam bertransaksi tanpa uang tunai.

Pertumbuhan Transaksi QRIS dan Nilai Transaksi

Selain volume transaksi, nilai transaksi QRIS juga mengalami peningkatan signifikan. Hingga akhir Juni 2026, nilai transaksi QRIS mencapai Rp600,69 triliun, tumbuh 89,52 persen secara tahunan. Angka ini mengindikasikan bahwa pembayaran digital sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Luas Jangkauan Pengguna dan Merchant

Layanan QRIS kini telah digunakan oleh sekitar 66 juta pengguna dan diterima di 44,86 juta gerai atau merchant di seluruh Indonesia. Bank Indonesia menargetkan jangkauan ini akan terus bertambah hingga mencapai 70 juta pengguna dan 47 juta merchant pada akhir tahun 2026. Dengan mempertimbangkan capaian di semester pertama yang sudah hampir mencapai tiga perempat dari target volume transaksi tahunan sebesar 17 miliar, laju pertumbuhan QRIS menunjukkan tren yang positif dan kuat.

Manfaat QRIS bagi Pelaku UMKM dan Inklusi Keuangan

Sebagian besar merchant yang menggunakan QRIS adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam menerima pembayaran nontunai. QRIS memudahkan mereka karena hanya perlu menggunakan satu kode pembayaran yang dapat dipindai oleh berbagai aplikasi bank dan dompet digital. Hal ini tidak hanya meningkatkan kemudahan transaksi tetapi juga mendorong inklusi keuangan, memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Infrastruktur dan Interoperabilitas QRIS

Keberhasilan QRIS juga didukung oleh infrastruktur yang terintegrasi dan interoperabilitas antara penyelenggara pembayaran. Saat ini, QRIS melibatkan 96 bank, 60 lembaga nonbank, dan empat lembaga switching yang berfungsi memproses data transaksi pembayaran. Satu kode QRIS dapat dipindai dengan aplikasi dari bank maupun penyedia jasa pembayaran mana pun tanpa hambatan, menjadikan QRIS sebagai gerbang ekonomi digital sekaligus pengubah lanskap ekonomi dan keuangan digital nasional.

Signifikansi Peralihan Menuju Cashless Society

Peningkatan transaksi QRIS menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman meninggalkan penggunaan uang tunai dan beralih ke transaksi digital berbasis pemindaian kode melalui telepon pintar. Transisi ini penting dalam mendorong efisiensi, keamanan, serta transparansi dalam aktivitas ekonomi sehari-hari. Bank Indonesia terus mendorong pengembangan ekosistem pembayaran digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup