IHSG Melonjak 1,59 Persen, Rupiah Menguat Respons Positif terhadap Pidato Nota Keuangan Prabowo

IHSG Melonjak 1,59 Persen, Rupiah Menguat Respons Positif terhadap Pidato Nota Keuangan Prabowo

PlatMerah.com, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia ditutup menguat signifikan sebesar 1,59 persen ke posisi 6.401,89 pada perdagangan Jumat (14/8). Penguatan ini sejalan dengan rupiah yang juga menguat 0,28 persen ke level Rp17.827 per dolar AS. Kenaikan ini mencerminkan respons positif investor terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto yang menyampaikan Nota Keuangan dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Pidato kenegaraan Presiden Prabowo menegaskan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027, lebih tinggi dari target tahun sebelumnya yang sebesar 5,4 persen, serta komitmen mempersempit defisit fiskal menjadi 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), turun dari 2,68 persen pada APBN 2026. Target ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara ekspansi ekonomi dan disiplin anggaran, yang meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek pasar modal Indonesia.

Respons Positif Pasar terhadap Target Fiskal dan Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, defisit yang menyempit dan target pertumbuhan ekonomi yang ambisius memenuhi harapan pelaku pasar dan investor asing yang sebelumnya khawatir terhadap disiplin fiskal Indonesia. Pembiayaan anggaran direncanakan turun menjadi Rp671,2 triliun pada 2027 dari Rp689,1 triliun pada 2026, sementara belanja negara naik menjadi Rp4.097,2 triliun dan pendapatan negara diperkirakan mencapai Rp3.426 triliun.

Selain itu, penguatan IHSG juga didorong oleh minat beli terhadap saham-saham perusahaan BUMN yang semakin kuat setelah pidato Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk membenahi BUMN. Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro, menilai pidato tersebut menjadi sentimen positif yang memperkuat minat beli investor, terutama pada saham-saham pelat merah.

Penguatan Rupiah dan Optimisme Pasar

Nilai tukar rupiah yang menguat ke Rp17.827 per dolar AS mencerminkan sikap hati-hati namun positif investor terhadap kebijakan fiskal dan asumsi makro dalam RAPBN 2027. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebut respons pasar terhadap pidato RAPBN Presiden Prabowo sebagai cautiously positif. Pemerintah menargetkan nilai tukar rupiah pada 2027 di angka Rp17.500 per dolar AS, inflasi sebesar 2,5 persen, dan suku bunga obligasi pemerintah tenor 10 tahun sebesar 6,9 persen.

Arah Kebijakan Ekonomi dan Inisiatif Strategis

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, menilai pidato Presiden memberikan gambaran jelas mengenai arah pembangunan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Berbagai inisiatif strategis, seperti pengembangan Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), Danantara Development Management Fund, Indonesia Financial Center, Bursa Komoditas Strategis, Bank Emas, dan reformasi pasar modal, diharapkan dapat mendorong produktivitas dan nilai tambah ekonomi nasional secara signifikan.

Investor memandang bahwa target pertumbuhan yang tinggi sekaligus komitmen menjaga disiplin fiskal akan mendorong stabilitas dan kepercayaan pasar, sehingga mendukung penciptaan lapangan kerja dan pemerataan kesejahteraan.

Secara keseluruhan, kombinasi target ekonomi dan kebijakan fiskal yang disampaikan dalam pidato Presiden Prabowo Subianto berhasil memberikan sentimen positif yang memperkuat pasar modal Indonesia dan nilai tukar rupiah, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek perekonomian nasional pada tahun mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup