HOAKS atau FAKTA Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo

HOAKS atau FAKTA Bank Indonesia Cetak Uang Baru untuk Dukung Asta Cita Prabowo

PlatMerah.com – Bank Indonesia (BI) memastikan tidak akan mencetak uang baru untuk mendukung program Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Klaim yang beredar luas di media sosial tentang rencana pencetakan uang baru oleh BI merupakan informasi palsu atau hoaks.

Fakta di Balik Klaim Pencetakan Uang Baru

Klaim tersebut awalnya muncul dari unggahan di Facebook yang menyebutkan BI akan mengeluarkan uang baru untuk mendukung program Asta Cita Prabowo. Unggahan ini mendapatkan ribuan interaksi, termasuk tanda suka, komentar, dan dibagikan ulang, sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Namun, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo melalui mekanisme pencarian kata kunci terkait menyatakan bahwa informasi tersebut tidak berdasar. BI bersama pemerintah memang melakukan kerja sama dalam pembiayaan program-program sosial dan ekonomi seperti Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, perumahan rakyat, dan program Makanan Bergizi Gratis melalui mekanisme burden sharing, bukan dengan mencetak uang baru.

Apa Itu Asta Cita?

Asta Cita merupakan delapan misi utama yang diusung oleh pasangan Prabowo-Gibran untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045. Misi ini meliputi penguatan ideologi, sistem pertahanan, ketahanan pangan, serta peningkatan toleransi antar umat beragama, di antara aspek lainnya.

Penjelasan Burden Sharing dan Dampaknya

Burden sharing adalah skema pembagian beban pembiayaan antara BI dan pemerintah untuk mendukung program ekonomi rakyat tanpa harus melakukan pencetakan uang baru. Skema ini bertujuan menjaga stabilitas moneter dan inflasi sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.

Dengan demikian, klaim pencetakan uang baru oleh BI untuk membiayai Asta Cita tidak akurat dan berpotensi menimbulkan kekhawatiran yang tidak perlu di masyarakat.

Pentingnya Verifikasi Informasi

Kasus ini menegaskan pentingnya verifikasi informasi sebelum mempercayai dan menyebarkan berita, terutama yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan keuangan negara. Masyarakat disarankan untuk mengacu pada pernyataan resmi dari BI dan pemerintah serta sumber-sumber terpercaya seperti Mafindo untuk mendapatkan informasi yang benar dan akurat.

Dengan klarifikasi ini, masyarakat dapat memahami bahwa Bank Indonesia tetap berkomitmen menjaga kestabilan ekonomi tanpa melakukan pencetakan uang baru yang tidak sesuai prosedur.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup