BBRI dan BBCA Mulai Dikoleksi, Cek Saham Net Buy Terbesar Asing Sepekan Terakhir
PlatMerah.com – Investor asing kembali menunjukkan aktivitas jual dan beli saham yang signifikan di pasar modal Indonesia dalam sepekan terakhir. Meski terjadi tekanan jual bersih senilai Rp1,38 triliun pada perdagangan Kamis, beberapa saham justru mencatat aliran dana asing masuk yang cukup besar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (13/8/2026) menurun sebesar 1,13 persen ke level 6.301 akibat tekanan aksi jual asing. Total transaksi saham mencapai 28,435 miliar dengan nilai transaksi Rp13,626 triliun dan kapitalisasi pasar sebesar Rp11.074,452 triliun. Sebanyak 452 saham melemah sementara 175 saham menguat.
Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar
<pInvestor asing melepas saham-saham unggulan, dengan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebagai yang paling banyak dijual bersih, mencapai Rp183,86 miliar. Saham lain yang juga mengalami aksi jual besar oleh investor asing antara lain:
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp117,25 miliar
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT): Rp116,72 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp112,41 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII): Rp94,29 miliar
BBCA Jadi Saham dengan Aliran Dana Asing Masuk Terbesar
Berbeda dengan saham-saham yang dilepas, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) justru mencatat aliran dana asing masuk terbesar dengan net foreign buy sebesar Rp129,43 miliar. Hal ini menandakan adanya minat investor asing untuk mengoleksi saham BBCA di tengah tekanan pasar.
Selain BBCA, terdapat indikasi bahwa saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mulai dikoleksi oleh investor asing, meskipun nilainya tidak sebesar BBCA.
Implikasi dan Konteks Pasar
Tekanan jual bersih oleh investor asing menunjukkan adanya kekhawatiran atau penyesuaian portofolio seiring dengan kondisi pasar yang melemah. Namun, minat terhadap saham-saham perbankan seperti BBCA dan BBRI mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental sektor perbankan yang dianggap lebih stabil dalam situasi pasar yang tidak menentu.
Pergerakan ini penting untuk diamati karena dapat mempengaruhi arah IHSG dan memberikan gambaran sentimen investor asing terhadap pasar modal Indonesia dalam jangka pendek.
Investor dan pelaku pasar disarankan untuk terus memantau dinamika transaksi asing serta kondisi makroekonomi yang memengaruhi pasar modal guna mengambil keputusan investasi yang tepat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













