Ma’ruf Amin Dorong Santri Jadi Pengusaha, Perkuat Ekonomi Umat

Ma'ruf Amin Dorong Santri Jadi Pengusaha, Perkuat Ekonomi Umat

PlatMerah.com – Wakil Presiden Republik Indonesia ke-13, Ma’ruf Amin, menegaskan pentingnya peran santri sebagai pengusaha dalam memperkuat perekonomian umat. Dalam acara Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi yang berlangsung di Gedung Nusantara V, MPR RI, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8), Ma’ruf Amin mengemukakan bahwa penguatan ekonomi umat harus didukung oleh keberadaan para pengusaha dari kalangan santri.

Gerakan Ekonomi Santri yang Berakar dari Sejarah

Ma’ruf Amin menjelaskan bahwa gagasan penguatan pengusaha santri bukan hal baru. Bahkan sebelum berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), para ulama telah membangun gerakan kebangkitan ekonomi umat melalui Nahdlatut Tujjar, sebuah organisasi yang berfokus pada kebangkitan para pengusaha santri. Gerakan ini bertujuan agar santri dapat mandiri secara ekonomi dan mampu membiayai aktivitas keagamaan serta sosial mereka secara berkelanjutan.

Peran Strategis Pengusaha dalam Perekonomian

Menurut Ma’ruf Amin, pengusaha memegang peranan sentral dalam sektor produksi dan distribusi, yang merupakan dua pilar utama dalam aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pembangunan ekonomi umat tidak hanya sekadar gerakan aktivitas ekonomi, tetapi juga harus berfokus pada penguatan gerakan pengusaha. Hal ini menjadi langkah visioner yang telah diinisiasi oleh para ulama sejak lama.

“Ekonomi itu unsur utamanya adalah pengusaha,” ujar Ma’ruf Amin, menekankan pentingnya peran pengusaha dalam mempertahankan dan mengembangkan roda perekonomian.

Pengusaha sebagai Pilar Filantropi dan Kegiatan Sosial

Selain berkontribusi dalam aspek ekonomi, pengusaha juga dianggap sebagai pendorong utama kegiatan sosial dan keumatan melalui filantropi. Ma’ruf Amin menyatakan bahwa aktivitas seperti infak, sedekah, dan wakaf sangat bergantung pada kemampuan pengusaha. Tanpa pengusaha, kegiatan sosial tersebut sulit dilakukan secara maksimal.

Penguatan Ekonomi sebagai Dimensi Utama Penguatan Umat

Dari paparan tersebut, jelas bahwa pembangunan ekonomi atau aspek iqtidiyyah dan tijriyyah merupakan dimensi penting dalam penguatan umat. Konsep ini telah dirintis sejak awal oleh para ulama untuk memastikan keberlanjutan gerakan keagamaan dan sosial melalui kekuatan ekonomi yang mandiri dan berdaya saing.

Dengan dorongan Ma’ruf Amin agar santri menjadi pengusaha, diharapkan generasi muda dari kalangan pesantren dapat mengambil peran strategis dalam membangun ekonomi umat, sekaligus memperkuat posisi sosial dan keagamaan mereka di masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup