Harga BBM Pertamina Terbaru per 18 Agustus 2026: Subsidi Tetap, Non-Subsidi Turun di Seluruh Indonesia
PlatMerah.com – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina terbaru per 18 Agustus 2026 menunjukkan bahwa harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir tahun, sementara harga BBM non-subsidi mengalami penurunan di berbagai wilayah Indonesia.
Penyesuaian harga BBM ini masih mengacu pada ketetapan yang berlaku sejak 1 Agustus 2026. PT Pertamina Patra Niaga melaporkan penurunan harga untuk tiga jenis BBM non-subsidi, yakni Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar serta BBM jenis Dexlite dan Pertamina Dex tetap dipertahankan tanpa perubahan.
Rincian Harga BBM Pertamina per 18 Agustus 2026
Penyesuaian harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain pergerakan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan kondisi daya beli masyarakat. Perbedaan harga antarwilayah juga dipengaruhi oleh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda di tiap daerah.
Kebijakan Pemerintah dan Penegasan Menteri ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga 31 Desember 2026. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak dunia. Bahlil juga menyampaikan bahwa kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP) tidak akan menjadi alasan untuk menaikkan harga BBM subsidi.
Subsidi BBM Tepat Sasaran
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menambahkan bahwa penyaluran BBM subsidi harus tepat sasaran agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Pemerintah berencana memperbaiki mekanisme penyaluran subsidi agar kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi tidak menggunakan BBM subsidi. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya menekan beban subsidi dalam RAPBN 2027.
Respons dan Tuntutan Masyarakat
Seiring kebijakan harga BBM, sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demo menuntut penurunan harga bahan pokok dan BBM, serta perbaikan berbagai aspek pemerintahan. Demonstrasi ini menyoroti isu korupsi, reforma agraria, dan penanganan bencana nasional. Aparat kepolisian mengamankan jalannya aksi demi menjaga kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Wakil Ketua DPR, Saan Mustopa, menanggapi demo tersebut sebagai hal yang biasa dan menekankan pentingnya pelaksanaan aksi secara tertib. Pemerintah dinilai sudah maksimal dalam penanganan bencana di beberapa daerah meski tanpa status resmi bencana nasional.
Dengan kebijakan harga BBM yang stabil dan terkontrol, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara mekanisme pasar dan kemampuan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













