Masuk Agustus Daging Sapi Makin Mahal, Lampaui Harga Acuan Sekilo Rp140 Ribu

Masuk Agustus Daging Sapi Makin Mahal, Lampaui Harga Acuan Sekilo Rp140 Ribu

PlatMerah.com – Memasuki awal Agustus 2026, harga daging sapi di sejumlah wilayah Indonesia mengalami kenaikan signifikan, melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan sebesar Rp140.000 per kilogram.

Harga Daging Sapi Melampaui Harga Acuan

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa rata-rata harga nasional daging sapi sudah mencapai Rp143.737 per kilogram pada minggu pertama Agustus 2026. Angka ini menunjukkan kenaikan 2,67 persen di atas HAP yang berlaku.

Walaupun kenaikan harga tercatat di 56 kabupaten/kota, kondisi ini menjadi perhatian serius karena daging sapi merupakan kebutuhan pokok yang berpengaruh pada inflasi dan daya beli masyarakat.

Wilayah dengan Kenaikan Harga Tertinggi

Data BPS mencatat beberapa daerah dengan harga daging sapi jauh di atas harga acuan dan mengalami peningkatan Indeks Perkembangan Harga (IPH):

  • Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat: Rp165.000/kg (17,86% di atas HAP) dengan IPH naik 7,51.
  • Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat: Rp180.000/kg (28,6% di atas HAP).
  • Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur: Rp157.333/kg (12,38% di atas HAP) dengan IPH naik 4,33.
  • Kota Sungai Penuh, Jambi: Rp149.000/kg (6,43% di atas HAP) dengan IPH naik 2,75.

Kebutuhan Pengendalian Harga oleh Pemerintah

Amalia menekankan pentingnya langkah pengendalian harga oleh pemerintah daerah terutama di wilayah dengan harga tertinggi dan IPH yang masih meningkat. Upaya ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok dan mencegah dampak negatif inflasi terhadap masyarakat.

Situasi ini juga menjadi sinyal bagi pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan operasi pasar atau langkah strategis lain guna menekan kenaikan harga yang berpotensi memberatkan konsumen.

Konteks dan Dampak Kenaikan Harga

Kenaikan harga daging sapi ini terjadi di tengah kondisi global yang tidak menentu, termasuk gejolak konflik internasional yang berpotensi memengaruhi harga pangan di dalam negeri. Kenaikan harga bahan pokok seperti daging sapi berimplikasi langsung pada inflasi dan daya beli masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Dengan harga yang melewati batas acuan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi yang transparan dan pemerintah mampu mengambil kebijakan tepat untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan daging sapi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup