James Riady Tegaskan Mal Lippo Tidak Pasang Pagar Tinggi dan Justru Bongkar Pagar yang Ada
PlatMerah.com, Jakarta – CEO Lippo Group, James Riady, menegaskan bahwa mal-mal milik Lippo tidak akan memasang pagar tinggi seperti yang terjadi di beberapa mal lain. Bahkan, pagar yang sebelumnya ada di mal Lippo telah dibongkar sebagai simbol keterbukaan dan optimisme terhadap perkembangan bisnis di Indonesia.
Pembongkaran Pagar di Mal Lippo
<pDalam pernyataannya kepada wartawan usai menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riady menjelaskan bahwa selama 10 tahun terakhir, Lippo Group secara konsisten membongkar pagar-pagar tinggi di mal miliknya. Hal ini dilakukan untuk menciptakan suasana yang lebih terbuka dan ramah bagi pengunjung serta pelaku usaha.
Optimisme di Tengah Dinamika Global
James mengakui bahwa ada sebagian kecil pelaku usaha yang merasa khawatir dengan kondisi dunia usaha saat ini akibat gejolak global. Namun, ia menilai kekhawatiran tersebut bersifat wajar dan tidak mencerminkan gambaran keseluruhan dunia usaha di Indonesia.
“Tentu tidak semua pengusaha memiliki keyakinan yang sama. Ada yang merasa khawatir melihat gejolak dunia, tapi secara umum dunia sedang melirik Indonesia,” ujar James.
Minat Investasi dan Ekspansi Sektor Ritel
James Riady juga mengungkapkan meningkatnya minat investasi di sektor teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI) dan robotika, yang banyak terkonsentrasi di Batam serta koridor Jakarta-Karawang. Perusahaan teknologi besar menunjukkan ketertarikan untuk masuk ke pasar Indonesia.
Selain itu, sektor ritel secara keseluruhan masih menunjukkan tren ekspansi yang kuat. Mal-mal di seluruh Indonesia bahkan mengalami kekurangan ruang sewa karena tingginya permintaan dari para pelaku usaha ritel.
Kondisi Keamanan dan Tantangan Global
Terkait keamanan dalam negeri, James menyebut bahwa dunia usaha memang perlu bersikap hati-hati mengingat tantangan global yang semakin kompleks. Namun, ia tetap optimistis terhadap prospek Indonesia ke depan.
“Kehati-hatian pengusaha itu dapat dimengerti. Zaman ini memang lebih banyak gejolak, sehingga struktur keuangan perusahaan dan negara harus lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












