Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand

Indonesia Berpotensi Ekspor Baterai Untuk Keperluan EV Thailand

PlatMerah.com – Indonesia menunjukkan potensi besar sebagai pemasok baterai kendaraan listrik (EV) untuk Thailand, seiring dengan upaya kedua negara memperkuat kerja sama perdagangan dan industri otomotif.

Potensi Ekspor Baterai EV Indonesia ke Thailand

Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul baru-baru ini menyepakati target nilai perdagangan bilateral sebesar USD 20 miliar pada 2030. Kesepakatan ini tertuang dalam Peta Jalan Kemitraan Strategis Indonesia-Thailand 2026-2030, yang menandai komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai industri otomotif menjadi sektor utama yang dapat dimanfaatkan dalam kerja sama ini, terutama produk-produk antara (intermediate products) dan baterai EV. Faisal menekankan bahwa Indonesia dapat mengisi kebutuhan Thailand yang belum diproduksi secara optimal, khususnya dalam produk antara dan baterai EV.

Keunggulan Indonesia dalam Industri Otomotif dan Tambang

Indonesia memiliki keunggulan dalam sektor baterai EV karena sumber daya alam yang melimpah serta pengembangan industri hilir pertambangan. Selain baterai, produk industri hilir seperti besi, baja, tembaga, dan aluminium juga menjadi komoditas ekspor potensial ke Thailand, yang merupakan salah satu importir utama bahan-bahan tersebut.

Faisal menambahkan bahwa selain produk jadi, produk antara dan mesin-mesin elektrik yang banyak diproduksi Indonesia juga dapat masuk ke pasar Thailand, memperluas peluang ekspor dan memperkuat rantai pasok industri otomotif di kawasan Asia Tenggara.

Perkembangan Perdagangan Indonesia-Thailand

Nilai perdagangan bilateral antara Indonesia dan Thailand tercatat mencapai USD 17,67 miliar pada 2025. Data Kementerian Perdagangan menunjukkan bahwa pada semester pertama 2026, nilai perdagangan sudah mencapai USD 9,80 miliar, menandakan pertumbuhan positif yang berpotensi terus meningkat.

Signifikansi Kerja Sama dalam Industri EV

Kerja sama ini penting karena Thailand merupakan salah satu pusat industri otomotif terbesar di ASEAN, sementara Indonesia memiliki potensi sumber daya dan industri pendukung yang kuat, khususnya dalam produksi baterai EV. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan kendaraan listrik di kawasan dan mendukung target transisi energi yang ramah lingkungan.

Dengan memanfaatkan peluang ekspor baterai EV dan produk industri hilir lainnya, Indonesia dapat memperkuat posisi sebagai pemain utama dalam industri otomotif regional serta meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam yang dimiliki.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup