Kemenperin Siapkan Pendampingan IKM Sidoarjo, dari NIB hingga Pengembangan Produk
PlatMerah.com, Sidoarjo – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bersama DPR RI menginisiasi program pendampingan berkelanjutan bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga mengarahkan para peserta agar mampu mengembangkan usaha yang legal, produktif, dan berdaya saing.
Pelatihan Berbasis Praktik dan Pembekalan Kewirausahaan
Pelatihan yang diberikan kepada pelaku IKM di Sidoarjo dirancang tidak hanya berupa teori, tetapi juga praktik langsung serta kunjungan ke kawasan industri. Hal ini bertujuan agar peserta dapat melihat secara nyata proses produksi dan pengelolaan usaha. Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan pentingnya praktik lapangan untuk mengukur kemampuan peserta dalam menerapkan materi yang didapatkan selama pelatihan.
Menurut Bambang, kemampuan cepat dalam menyerap dan mempraktikkan ilmu tersebut menunjukkan potensi besar untuk mencetak wirausaha baru yang berkualitas di Sidoarjo.
Peningkatan Kapasitas Usaha yang Komprehensif
Peningkatan kapasitas IKM tidak hanya sebatas kemampuan produksi, tetapi juga meliputi pengelolaan bisnis, akses permodalan, legalitas, dan strategi pemasaran. Kemenperin bersama DPR RI mendorong pelaku usaha agar memahami aspek-aspek tersebut agar usahanya dapat bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.
Dalam hal pembiayaan, pelaku IKM diarahkan untuk memanfaatkan berbagai skema permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang tersedia di tingkat daerah maupun melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Bank Sidoarjo.
Pendampingan Legalitas dan Pengembangan Usaha
Direktur IKM Pangan, Furniture, dan Bahan Bangunan Kemenperin, Afrizal Haris, menjelaskan bahwa setelah pelatihan, peserta mendapat tindak lanjut berupa pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB). Legalitas ini penting sebagai dasar usaha yang formal dan membuka akses program pembinaan serta dukungan pemerintah lebih lanjut.
Selain itu, pendampingan berkelanjutan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing IKM, meliputi:
- Sertifikasi produk
- Pendampingan teknis produksi
- Diversifikasi produk
- Restrukturisasi mesin dan peningkatan kapasitas produksi
Potensi Masuk Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS)
Kemenperin juga membuka peluang bagi IKM yang memiliki kualitas dan potensi pengembangan untuk dimasukkan ke dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINAS). Data ini akan membantu pemerintah memetakan keberadaan IKM secara lebih akurat sebagai dasar dalam menentukan program pembinaan, pengembangan, dan promosi yang tepat sasaran.
Dampak Program Pendampingan bagi IKM Sidoarjo
Dengan pola pembinaan yang berkelanjutan dan komprehensif, pelatihan IKM di Sidoarjo diharapkan mampu melahirkan wirausaha baru yang tidak hanya mampu memproduksi barang dan jasa, tetapi juga mampu mengelola dan mengembangkan usaha secara profesional dan legal. Langkah ini penting untuk meningkatkan daya saing IKM di pasar lokal maupun nasional.
Program ini juga akan memberikan kontribusi dalam meningkatkan kapasitas ekonomi daerah serta mendorong pertumbuhan sektor industri kecil dan menengah yang berkelanjutan di Sidoarjo.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













