Foto Taiwan Mobilisasi Armada Militer dalam Latihan Tempur Terbesar

Foto Taiwan Mobilisasi Armada Militer dalam Latihan Tempur Terbesar

PlatMerah.com – Taiwan melaksanakan latihan militer tahunan terbesar bertajuk Han Kuang sejak 5 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi invasi dari China. Latihan ini berlangsung hingga 14 Agustus 2026 dan melibatkan berbagai simulasi skenario pertempuran yang mengikutsertakan prajurit aktif, pasukan cadangan, dan warga sipil.

Latihan Militer Berskala Besar Han Kuang

Latihan Han Kuang mencakup berbagai elemen militer dan sipil. Selain simulasi pertempuran, warga sipil turut dilibatkan dalam latihan ketahanan, termasuk simulasi serangan udara serta perlambatan sementara kecepatan internet seluler selama 30 menit di beberapa wilayah. Hal ini bertujuan untuk menguji respons masyarakat dan kesiapan infrastruktur sipil dalam situasi darurat.

Mobilisasi Armada dan Peralatan Militer

Dalam latihan kali ini, Taiwan mengerahkan armada militer yang lengkap, di antaranya sistem rudal Sky Bow III yang ditempatkan di beberapa titik strategis di kota-kota. Sistem persenjataan buatan dalam negeri ini dirancang untuk menangkis serangan rudal dan pesawat musuh. Selain itu, kendaraan lapis baja Leopard, tank M1A2T, serta helikopter angkut CH-47SD Chinook dan helikopter UH-60M Black Hawk juga dikerahkan selama latihan.

Latihan berlangsung di berbagai lokasi penting, mencakup jalanan kota, Bandara Internasional Taoyuan, dan jembatan Danjiang, menggambarkan kesiapan militer Taiwan dalam berbagai situasi dan medan.

Konteks dan Tekanan Militer dari China

Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menegaskan bahwa negara akan terus memperkuat pertahanan di tengah meningkatnya tekanan militer dari Beijing. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk menguasai pulau berpenduduk 23 juta jiwa tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing secara rutin mengirim pesawat tempur dan kapal perang di sekitar Taiwan serta menggelar latihan militer berskala besar sebagai bentuk tekanan. Hal ini membuat Taiwan meningkatkan anggaran pertahanan dan memperkuat kemampuan perang asimetris, termasuk penggunaan drone, meskipun masih terdapat perbedaan pendapat antara pemerintah dan oposisi mengenai besaran belanja militer.

Strategi Pertahanan dan Kesiapsiagaan

Latihan Han Kuang tidak hanya menguji kemampuan tempur militer, tetapi juga kesiapan masyarakat sipil dan infrastruktur penting. Simulasi serangan udara dan intervensi terhadap layanan internet seluler menjadi bagian dari upaya mengasah koordinasi antara militer dan warga dalam menghadapi situasi krisis.

Dengan mobilisasi armada dan berbagai peralatan canggih, Taiwan berupaya menunjukkan kesiapan menghadapi ancaman yang terus meningkat dari China serta memperkuat posisi strategisnya di kawasan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup