Foto Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas hingga 7,9 Hektare

Foto Kebakaran Hutan Gunung Bromo Meluas hingga 7,9 Hektare

PlatMerah.com, Probolinggo – Kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di Blok Bantengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), meluas mencapai 7,9 hektare. Api yang bermula dari Kabupaten Lumajang kini merambah hingga ke wilayah Watu Gede di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Upaya Penanganan Kebakaran

<pTim gabungan terdiri dari petugas dari berbagai instansi terus berupaya memadamkan api untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi ini. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menyatakan bahwa hingga Selasa siang, titik api yang mengarah ke wilayah Probolinggo sudah berhasil dipadamkan. Namun, petugas tetap siaga mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru, terutama karena kondisi angin kencang yang dapat memicu kebakaran kembali.

Pembatasan Akses Wisata

Akibat kebakaran ini, Balai Besar TNBTS mengambil langkah menutup sebagian akses wisata Gunung Bromo. Pintu masuk dari Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang, sementara tidak dibuka untuk umum. Kebijakan ini diambil untuk memaksimalkan upaya pemadaman serta menjamin keselamatan pengunjung dan masyarakat sekitar.

Wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo saat ini hanya diperbolehkan mengakses area Lautan Pasir. Pengunjung dilarang memasuki wilayah savana karena risiko bahaya kebakaran yang masih ada.

Konteks dan Risiko Kebakaran di Musim Kemarau

Kebakaran hutan di Gunung Bromo terjadi di tengah musim kemarau yang meningkatkan risiko karhutla di berbagai wilayah. Kawasan TNBTS sebagai kawasan konservasi memiliki ekosistem yang rentan terhadap kebakaran, sehingga penanganan cepat dan tepat sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan serta keamanan masyarakat dan wisatawan.

Dampak dan Pengawasan

Selain kerusakan lingkungan, kebakaran tersebut berdampak pada sektor pariwisata yang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah. Penutupan akses wisata menjadi langkah pencegahan utama untuk menghindari kecelakaan dan gangguan lebih lanjut. Tim gabungan terus melakukan pemantauan dan upaya pemadaman guna memastikan api tidak kembali menyala dan meluas.

Penanganan kebakaran hutan di Gunung Bromo ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah dan pengelola TNBTS agar dapat melindungi kawasan konservasi sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan pengunjung di masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup