GRIB Jaya Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan Demo DPR, Hercules Instruksikan Jaga Ketertiban

GRIB Jaya Bantah Keterlibatan dalam Kericuhan Demo DPR, Hercules Instruksikan Jaga Ketertiban

PlatMerah.com, Jakarta – Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB) Jaya secara tegas membantah keterlibatan organisasinya dalam kericuhan yang terjadi pascademonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada 27 Agustus 2026. Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall atau yang dikenal dengan nama Hercules, menginstruksikan seluruh anggota untuk menjaga ketertiban dan tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi tersebut.

Bantahan ini disampaikan menyusul beredarnya narasi dan tuduhan di media sosial yang menyebutkan adanya anggota GRIB Jaya terlibat dalam bentrokan dengan massa warga di kawasan Pejompongan. Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, menegaskan bahwa secara institusi, organisasi tersebut tidak pernah memberikan instruksi untuk mengikuti aksi demonstrasi yang berakhir ricuh.

Instruksi Hercules kepada Anggota GRIB Jaya

Wilson Colling menyampaikan bahwa Hercules secara tegas memerintahkan para anggota GRIB Jaya untuk tidak turun ke jalan dalam aksi demonstrasi. Instruksi ini merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendukung aparat penegak hukum menjaga keamanan dan ketertiban umum di Jakarta. GRIB Jaya menegaskan bahwa anggota hanya bersiaga untuk membantu TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban tanpa mengganggu hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi sesuai hukum yang berlaku.

Respons Polda Metro Jaya terhadap Isu Keterlibatan Ormas

Polda Metro Jaya hingga kini masih mendalami dugaan keterlibatan sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dalam kericuhan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa polisi belum dapat memastikan keterlibatan ormas tertentu dan masih melakukan verifikasi fakta sebelum memberikan keterangan resmi kepada publik. Budi juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap unggahan di media sosial yang bisa berupa disinformasi, provokasi, atau hoaks yang tidak sesuai konteks kejadian.

Beberapa video dan foto yang beredar di media sosial menunjukkan indikasi mobilisasi massa, termasuk kabar tentang sosok yang diduga Hercules serta sejumlah truk yang membawa pasukan menuju lokasi kerusuhan. Namun, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

Konteks Kericuhan dan Tanggapan GRIB Jaya

Aksi demonstrasi yang berlangsung di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus 2026 berakhir dengan kericuhan, termasuk perusakan fasilitas umum seperti pos polisi dan CCTV. Massa yang bertahan hingga malam hari sempat menimbulkan gangguan di sekitar lokasi. GRIB Jaya menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam kerusuhan tersebut dan berkomitmen untuk menjaga ketertiban dan keamanan ibu kota.

Organisasi ini menegaskan dukungannya terhadap upaya aparat keamanan dalam menjaga situasi Jakarta tetap aman dan kondusif, serta menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai.

Informasi resmi dari pihak GRIB Jaya dan pernyataan polisi menegaskan pentingnya verifikasi fakta agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

Situasi ini menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam menerima informasi dari media sosial, terutama yang berkaitan dengan peristiwa yang sensitif seperti demonstrasi dan kericuhan massa.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup