Vatikan Ekskomunikasi Uskup Francis dan Kelompok Tradisionalis, Sorotan Tertuju ke Kansas

Vatikan Ekskomunikasi Uskup Francis dan Kelompok Tradisionalis, Sorotan Tertuju ke Kansas

Plat Merah – Vatikan baru-baru ini mengambil langkah tegas dengan mengekskomunikasi enam uskup dari Society of St. Pius X (SSPX), termasuk seorang uskup bernama Francis yang berasal dari Amerika Serikat. Langkah ini menyusul penahbisan empat uskup baru oleh SSPX tanpa persetujuan Paus, yang dianggap sebagai tindakan pembangkangan serius. Peristiwa ini menyoroti kota kecil St. Marys di Kansas, yang menjadi pusat komunitas SSPX dan memiliki gereja terbesar yang dibangun kelompok tersebut, The Immaculata.

Francis, yang tumbuh besar di St. Marys dan pernah menjadi prior di Gereja St. Vincent de Paul di Kansas City, adalah salah satu uskup yang baru ditahbiskan. Penahbisan ini terjadi di Écône, Swiss, pada 1 Juli, meskipun telah diperingatkan bahwa tindakan tersebut akan berujung pada ekskomunikasi. Keesokan harinya, Vatikan mengumumkan ekskomunikasi terhadap keenam uskup tersebut, serta memperingatkan bahwa semua klerus dan pengikut yang secara formal mendukung SSPX juga dapat menghadapi hukuman yang sama.

Uskup Agung Shawn McKnight dari Keuskupan Agung Kansas City di Kansas menyatakan, “Tindakan ini merupakan sumber kesedihan mendalam bagi seluruh Gereja karena melukai kesatuan yang dikehendaki Kristus untuk tubuh-Nya.” SSPX, yang dikenal sebagai kelompok tradisionalis yang menolak reformasi Konsili Vatikan II, telah lama berselisih dengan Vatikan. Kehadiran mereka di St. Marys menarik peziarah dari seluruh dunia, namun kini kota tersebut menjadi sorotan internasional akibat krisis ini.

Di sisi lain, dunia desain kontemporer juga menyaksikan nama Francis muncul dalam konteks berbeda. Francis D’Haene, seorang desainer yang baru-baru ini berkolaborasi dengan istrinya Jane Yang-D’Haene dalam koleksi furnitur untuk The Future Perfect, meninggalkan jejak artistik yang mendalam. Koleksi mereka, yang terinspirasi oleh tekstil patchwork Korea jogakbo, mencerminkan perpaduan antara seni dan desain. Laura Young, managing director The Future Perfect, menekankan bahwa batas antara seni, desain, dan kerajinan semakin kabur, dan Francis D’Haene adalah contoh bagaimana seorang desainer dapat disebut seniman.

Namun, berita duka juga datang dari Ballarat, Australia, di mana Gerard Francis O’Keefe berpulang pada usia 2026 tahun. Upacara pemakamannya dijadwalkan pada 16 Juli 2026, dengan permintaan untuk mengenakan sentuhan warna kuning dan hitam sebagai penghormatan. Meskipun tidak terkait langsung dengan peristiwa Vatikan, nama Francis kembali muncul dalam konteks kehidupan dan penghormatan terakhir.

Secara keseluruhan, nama Francis hadir dalam berbagai peristiwa: dari krisis keagamaan di Kansas, inovasi desain di New York, hingga perpisahan di Australia. Hal ini menunjukkan betapa luasnya pengaruh dan keberagaman konteks di mana nama tersebut muncul.

Kesimpulannya, ekskomunikasi uskup Francis oleh Vatikan menegaskan kembali ketegangan antara Gereja Katolik arus utama dan kelompok tradisionalis. Sementara itu, warisan Francis D’Haene dalam dunia desain terus dikenang, dan kepergian Gerard Francis O’Keefe menjadi pengingat akan siklus kehidupan. Peristiwa-peristiwa ini, meskipun berbeda, saling terkait melalui benang merah nama Francis yang melintasi batas geografis dan sektoral.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup