Joe Rogan Peringatkan Perang Iran Bisa Kembalikan Kekuasaan ke Demokrat pada 2028

Joe Rogan Peringatkan Perang Iran Bisa Kembalikan Kekuasaan ke Demokrat pada 2028

Plat Merah – Podcaster kenamaan Joe Rogan baru-baru ini melontarkan peringatan keras bahwa keputusan Presiden Donald Trump untuk melancarkan perang di Iran mungkin telah menghancurkan peluang Partai Republik di pemilu 2028. Dalam sebuah episode terbaru, Rogan menyebut bahwa perang yang tidak populer ini bisa menjadi bumerang dan mengembalikan Gedung Putih ke tangan Demokrat.

“Saya pikir kita mungkin telah mengacaukannya dengan perang di Iran. Perang ini tidak diinginkan oleh siapa pun yang konservatif. Kebanyakan orang tidak menginginkannya, kecuali pendukung Israel,” ujar Rogan. Ia menekankan bahwa salah satu pilar kampanye Trump adalah menghindari perang baru, namun kini kebijakan tersebut justru dikhianati.

Peringatan Rogan muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Menurutnya, jika Demokrat menang pada 2028, mereka akan membuka kembali perbatasan, menghidupkan kembali USAID, dan melanjutkan agenda kiri jauh. “Ini f—ed up banget,” tambah Rogan.

Sementara itu, dalam perkembangan lain, Kongres AS baru saja menyelesaikan tahap kunci penjualan mesin F110 untuk pesawat tempur Kaan buatan Turki. Proses review 15 hari telah berlalu tanpa keberatan berarti, membuka jalan bagi pengiriman mesin yang akan digunakan pada jet tempur generasi kelima buatan Ankara. Kesepakatan ini menunjukkan hubungan erat antara AS dan Turki di bidang pertahanan.

Di sisi dalam negeri, EPA yang dijanjikan akan meluncurkan agenda Make America Healthy Again (MAHA) justru belum menunjukkan hasil nyata. Para aktivis kecewa karena delapan bulan setelah janji, agenda tersebut belum juga terbit. “Kami belum melihat satu pun kemenangan yang kami minta,” keluh Kelly Ryerson, aktivis yang dikenal dengan akun Glyphosate Girl.

Di bidang olahraga, timnas Inggris harus bersiap menghadapi panas ekstrem di Miami saat berlaga di perempat final Piala Dunia. Suhu mencapai 32°C dengan kelembaban 73% membuat latihan di treadmill saja terasa berat. “Dalam kondisi normal di Inggris, lari 30 menit mudah, tapi di sini saya hanya bertahan 27 menit,” ujar seorang reporter BBC yang menjalani simulasi di laboratorium Universitas Brighton.

Tak hanya itu, isu transgender kembali mencuat setelah dua gadis transgender yang menantang peraturan olahraga era Trump memutuskan mencabut gugatan mereka setelah keputusan Mahkamah Agung. Parker Tirrell dan Iris Turmelle sebelumnya menggugat larangan atlet transgender bermain di tim putri, namun kini memilih mundur.

Dalam konteks politik, Joe Rogan menegaskan bahwa perang Iran adalah kesalahan fatal. “Trump terpilih karena janji tidak perang. Sekarang dia justru memulai perang. Ini benar-benar f—ed up,” katanya. Ia khawatir langkah ini akan membuka pintu bagi Demokrat untuk kembali berkuasa pada 2028, yang berarti kebijakan perbatasan terbuka dan program kiri akan kembali.

Kesimpulannya, situasi politik dan keamanan global saat ini sangat dinamis. Peringatan Rogan menjadi pengingat bahwa keputusan perang memiliki konsekuensi jangka panjang, tidak hanya di medan perang tetapi juga di panggung politik domestik. Sementara itu, berbagai isu lain seperti lingkungan, olahraga, dan hak transgender terus bergulir, menunjukkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi pemerintahan Trump ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup