Alarm Darurat Kedubes China di Jepang Menyala 2 Hari Pasca Gempa, Apa Pemicunya
PlatMerah.com, Tokyo – Kedutaan Besar dan Konsulat (Kedubes) China di Jepang mengaktifkan respons alarm darurat dua hari setelah gempa bumi magnitudo 7,1 mengguncang Pulau Kyushu, tepatnya di Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap potensi gempa susulan dan tsunami yang masih mengancam.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, dalam jumpa pers di Beijing pada Kamis (30/7/2026) mengonfirmasi bahwa seluruh misi diplomatik China di Jepang telah meningkatkan kewaspadaan. “Kedutaan dan konsulat China di Jepang segera mengaktifkan respons darurat dan mengeluarkan peringatan konsuler yang menyarankan warga negara China untuk bersiap,” ujar Mao Ning.
Pemicu Alarm Darurat
Alarm darurat dipicu oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang melanda Kumamoto pada Selasa (28/7/2026). Guncangan hebat menyebabkan pemadaman listrik massal, penghentian operasi kereta cepat, dan ambruknya bangunan mal Aeon Kumamoto. Otoritas Jepang mencatat hingga Kamis (30/7/2026) korban tewas mencapai 17 orang, ratusan terjebak reruntuhan, dan puluhan ribu warga mengungsi.
Potensi tsunami susulan turut menjadi kekhawatiran. “Bersiap menghadapi kemungkinan tsunami dan gempa susulan,” tegas Mao Ning, mengimbau warga China di Jepang untuk tetap waspada.
Respons Pemerintah China
Kemenlu China dan perwakilannya di Jepang terus memantau perkembangan dengan saksama. “Kami siap membantu warga negara kami kapan pun dibutuhkan,” tambah Mao Ning. Pemerintah China juga menyampaikan simpati atas korban jiwa dan luka-luka akibat gempa tersebut.
Respons Pemerintah Jepang
Pemerintah Jepang telah membentuk satuan tugas darurat di bawah pusat penanganan krisis perdana menteri. Perdana Menteri Sanae Takaichi menyatakan fokus utama pada evakuasi korban, pencarian orang hilang, dan pemulihan infrastruktur vital. “Pemerintah akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk segera mengevakuasi para korban,” ujarnya pada Rabu (29/7/2026).
Dampak dan Perkembangan Terkini
Gempa Kumamoto tidak hanya menelan korban jiwa tetapi juga melumpuhkan sebagian aktivitas di wilayah barat daya Jepang. Pemadaman listrik mempengaruhi 48.000 rumah, sementara layanan kereta cepat sempat terhenti. Bangunan mal Aeon Kumamoto menjadi simbol kerusakan parah akibat gempa. Otoritas setempat terus melakukan evakuasi dan pencarian korban hilang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













