Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup sampai AS Hentikan Perang dan Serangan di Gaza

Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup sampai AS Hentikan Perang dan Serangan di Gaza

PlatMerah.com, Teheran – Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat (AS) tidak memenuhi sejumlah syarat yang diajukan Teheran, termasuk penghentian perang dan serangan militer di kawasan seperti Gaza. Pernyataan ini disampaikan oleh Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dalam pertemuannya dengan Duta Besar China untuk Iran, Cong Peiwu.

Rezaei menyatakan bahwa AS harus mengakhiri kampanye militernya terhadap Iran, membebaskan aset Iran yang dibekukan di luar negeri, dan menghentikan perang di seluruh kawasan, termasuk di Gaza dan Lebanon. Tanpa langkah tersebut, Iran menegaskan tidak akan membuka kembali jalur perairan strategis tersebut, yang menjadi salah satu jalur utama perdagangan energi dunia.

Posisi Iran Mengenai Penutupan Selat Hormuz

Penutupan Selat Hormuz merupakan respons Iran atas penggunaan jalur strategis tersebut dalam serangan terhadap negara itu. Iran juga menegaskan bahwa pembicaraan bilateral dengan Oman mengenai pengaturan lalu lintas maritim melalui selat itu tidak serta merta berarti pembukaan kembali jalur tersebut tanpa persetujuan AS memenuhi syarat Iran.

Mohsen Rezaei menegaskan, “Selama Amerika Serikat tidak mengubah perilakunya dan tidak menerima syarat-syarat Iran, Selat Hormuz tidak akan dibuka.” Pernyataan ini memperjelas sikap Iran terhadap negosiasi yang sedang berlangsung dan menegaskan bahwa isu pembukaan Selat Hormuz terkait dengan kondisi politik dan keamanan yang lebih luas di kawasan.

Peran Pakistan dan China sebagai Mediator

Kunjungan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi ke Teheran menunjukkan upaya Islamabad menjadi mediator dalam konflik yang melibatkan Iran, AS, dan Israel. Selain itu, pertemuan Rezaei dengan Duta Besar China menegaskan dukungan Beijing terhadap penyelesaian damai serta penguatan hubungan antarnegara di Asia Barat dan Teluk.

Konteks Konflik dan Dampaknya

Konflik antara Iran dan AS meningkat sejak pembatalan gencatan senjata pada Juli 2026 oleh Presiden AS Donald Trump yang kemudian melancarkan serangkaian serangan militer terhadap Iran. Balasan Iran berupa penutupan Selat Hormuz berdampak pada kestabilan pasokan energi global, menyebabkan lonjakan harga minyak dan pupuk di pasar internasional.

AS menuntut Iran untuk membayar kompensasi atas kerugian selama beberapa dekade, sementara Iran menolak membuka jalur strategis tersebut sebelum persyaratan keamanan dan politik dipenuhi. Situasi ini menimbulkan ketegangan yang berkelanjutan dan menempatkan Selat Hormuz sebagai titik krusial dalam geopolitik kawasan Asia Barat.

Dengan kondisi ini, pembukaan Selat Hormuz sangat bergantung pada perubahan sikap AS dan penyelesaian konflik regional secara menyeluruh, termasuk penghentian perang di Gaza dan Lebanon.

Selat Hormuz merupakan jalur laut vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab dan selanjutnya ke Samudra Hindia, menjadi rute utama pengiriman minyak dunia. Penutupan selat ini memiliki dampak besar terhadap ekonomi global, sehingga penyelesaian diplomatik menjadi sangat penting.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup