Zelenskyy Ungkap Rusia Siapkan Ratusan Ribu Pasukan Tambahan dan Kirim 50 Ribu Tentara Korut
PlatMerah.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan mobilisasi besar-besaran dengan ratusan ribu pasukan tambahan yang akan dikerahkan pada musim gugur 2026. Selain itu, Zelenskyy juga menuding Korea Utara (Korut) akan mengirimkan sekitar 30 ribu hingga 50 ribu tentara ke Rusia sebagai bagian dari dukungan dalam konflik yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina.
Dalam pidatonya pada 11 Agustus 2026, Zelenskyy menyebutkan bahwa informasi mengenai persiapan mobilisasi Rusia berasal dari Intelijen Pertahanan Ukraina dan dokumen internal Rusia yang berhasil diperoleh. Rencana mobilisasi ini dijadwalkan setelah pemilihan parlemen Rusia yang dikritik Zelenskyy sebagai “simulasi pemilihan”. Menurut Zelenskyy, langkah tersebut menunjukkan bahwa Rusia masih berambisi melanjutkan konflik, bukan mencari perdamaian.
Mobilisasi Besar-Besaran Rusia
Rusia dilaporkan berencana merekrut beberapa ratus ribu warga secara cepat hingga akhir tahun 2026. Persiapan ini melengkapi usaha perekrutan pasukan yang sudah berjalan melalui kontrak-kontrak militer. Hal ini menandakan eskalasi dalam upaya Rusia mempertahankan dan memperkuat kekuatan militernya di tengah konflik yang sudah berlangsung selama lebih dari empat tahun.
Keterlibatan Korea Utara dalam Konflik
Zelenskyy mengklaim Korea Utara telah memutuskan untuk mengirimkan antara 30 ribu hingga 50 ribu tentara ke Rusia. Keterlibatan Korut dalam perang ini bertujuan untuk mendapatkan pengalaman dalam peperangan modern yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan Pyongyang di masa depan, khususnya di kawasan Asia Pasifik.
Selain pasukan, Korea Utara juga dituduh memasok berbagai persenjataan kepada Rusia, termasuk amunisi artileri, mortir, rudal balistik, dan sistem roket peluncuran ganda. Rudal-rudal buatan Korut bahkan telah digunakan dalam serangan Rusia di wilayah Ukraina, termasuk serangan yang menyebabkan kerusakan besar di kota Zaporizhzhia dan menewaskan sejumlah warga sipil.
Serangan Rudal dan Dampaknya di Ukraina
Rudal balistik Korea Utara yang digunakan oleh Rusia dalam serangannya telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sipil. Serangan di Zaporizhzhia memaksa pabrik metalurgi utama di wilayah tersebut menghentikan operasinya. Di ibu kota Kyiv, serangan udara dengan drone dan bom terpandu menyebabkan kerusakan pada rumah sakit anak dan pemadaman listrik di beberapa kota seperti Kherson dan Kharkiv.
Upaya Diplomasi dan Bantuan Pertahanan
Di tengah eskalasi konflik, Zelenskyy telah menyerahkan proposal baru kepada Amerika Serikat untuk mengakhiri perang. Proposal tersebut mencakup permintaan bantuan penguatan pertahanan udara Ukraina sekaligus meningkatkan tekanan pada Moskwa agar bersiap mengakhiri perang. Namun, rincian dari proposal ini belum diungkap secara terbuka.
Perang antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari 1.600 hari ini terus mengalami dinamika yang kompleks, dengan keterlibatan berbagai negara dan eskalasi militer yang signifikan. Dukungan militer dari Korea Utara kepada Rusia menjadi salah satu faktor yang memperpanjang durasi dan intensitas konflik.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran global terkait dampak keamanan regional dan internasional yang lebih luas, mengingat semakin banyaknya pasukan dan persenjataan yang terlibat dalam pertempuran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













