Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Memasuki Fase Akhir

Berpacu Waktu, Pencarian Korban Gempa Bumi Kolombia Memasuki Fase Akhir

PlatMerah.com, Kolombia – Pencarian korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia bagian barat kini memasuki fase akhir setelah menelan ratusan korban jiwa dan menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah. Hingga kini, korban tewas tercatat mencapai 281 orang dengan ribuan lainnya mengalami luka-luka dan masih banyak yang hilang.

Gempa yang berpusat di dekat San Jose del Palmar, Departemen Choco, telah melumpuhkan berbagai infrastruktur penting, seperti rumah, sekolah, dan rumah sakit. Kerusakan meluas hingga ke kota-kota utama seperti Cali, Pereira, Manizales, dan Quibdo. Lebih dari 40.000 keluarga terdampak langsung oleh bencana ini.

Upaya Penyelamatan dan Bantuan Internasional

Tim penyelamat lokal bersama tim internasional dari Israel, Ekuador, El Salvador, Amerika Serikat, dan Meksiko terus melakukan pencarian di antara reruntuhan dengan harapan menemukan korban yang masih hidup. Namun, waktu untuk menyelamatkan korban dalam masa kritis 72 jam semakin menipis.

Teknologi satelit dari NASA, Airbus, dan sistem Copernicus Uni Eropa digunakan untuk memetakan kerusakan dan membantu operasi tanggap darurat. Pemerintah Kolombia juga mengoordinasikan bantuan kemanusiaan yang terus mengalir dari berbagai negara.

Bantuan Kemanusiaan dan Pemulihan

Uni Eropa telah mengalokasikan bantuan senilai 2,1 juta euro (sekitar Rp43,2 miliar) untuk menyediakan peralatan medis, air bersih, sanitasi, shelter, makanan, perlindungan, dan bantuan tunai kepada korban. Sementara itu, Swiss mengirimkan bantuan sebesar 1 juta franc Swiss (sekitar Rp20 miliar) yang sebagian besar disalurkan melalui Program Pangan Dunia (WFP) dan organisasi lokal untuk bantuan darurat dan pemulihan infrastruktur.

Selain itu, Meksiko mengerahkan pesawat militer untuk mengirimkan paket makanan, perlengkapan medis, dan kebutuhan lain ke wilayah terdampak. Spanyol juga mengirimkan bantuan senilai 1 juta euro untuk memenuhi kebutuhan utama korban gempa, meskipun 75 warga Spanyol masih belum ditemukan.

Dampak dan Tantangan

Gempa ini merupakan bencana tektonik terkuat di Kolombia dalam beberapa dekade terakhir. Selain korban jiwa dan luka-luka, sekitar 140 bangunan mengalami kerusakan total dan ribuan lainnya rusak parah. Guncangan juga memicu 30 kebakaran hutan di Departemen Tolima, menambah beban penanganan darurat.

Kerusakan fasilitas kesehatan dan gangguan pasokan air bersih menjadi tantangan tambahan dalam penanganan medis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan 24 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan atau hancur akibat gempa tersebut.

Operasi pencarian dan bantuan terus dilanjutkan dengan harapan dapat meminimalkan dampak lebih lanjut dan mempercepat pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi Kolombia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup