Presiden Myanmar Kunjungi Thailand, Cari Jalan Kembali ke ASEAN
PlatMerah.com, Bangkok – Presiden Myanmar Min Aung Hlaing mengunjungi Thailand pada Kamis, 01 September 2026, dalam langkah strategis untuk memperbaiki hubungan negaranya dengan komunitas internasional dan mencari jalan kembali ke ASEAN. Kunjungan ini menjadi momen penting bagi Myanmar untuk memperkuat posisi diplomatiknya di kawasan Asia Tenggara.
Upacara Penyambutan dan Pertemuan Bilateral
Dalam kunjungan resmi pertamanya ke Thailand sebagai presiden, Min Aung Hlaing disambut hangat oleh Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Gedung Pemerintah, Bangkok. Upacara penyambutan berlangsung dengan pemeriksaan pasukan kehormatan dan lagu kebangsaan kedua negara sebagai tanda penghormatan.
Selama pertemuan bilateral, kedua pemimpin membahas berbagai agenda, termasuk kerja sama ketenagakerjaan, forum bisnis, serta isu penting seperti jaringan penipuan daring dan perdagangan narkoba di wilayah perbatasan.
Upaya Myanmar Kembali ke Panggung Diplomatik ASEAN
Min Aung Hlaing, yang memimpin kudeta militer Myanmar pada 2021 dan kini menjabat sebagai presiden sipil sejak April 2026, menegaskan komitmen negaranya untuk memperbaiki hubungan dengan ASEAN. Ia menyatakan bahwa Myanmar tengah berada di jalur demokrasi dan berusaha menuju masa depan yang lebih baik melalui dialog dan kerja sama internasional.
Thailand sendiri mengadopsi pendekatan yang disebut sebagai “calibrated re-engagement” atau keterlibatan yang terukur terhadap Myanmar. Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong Myanmar untuk melaksanakan konsensus lima poin ASEAN, yang mencakup penghentian kekerasan dan memulai dialog dengan semua pihak terkait konflik di Myanmar.
Konteks Hubungan Myanmar dan ASEAN
Sejak kudeta militer pada 2021, Myanmar mengalami isolasi dari komunitas internasional, termasuk ASEAN. Meski demikian, hingga kini para pemimpin Myanmar belum diundang menghadiri KTT ASEAN, menandakan tantangan diplomatik yang masih harus dihadapi Naypyidaw.
Kunjungan ini menjadi sinyal positif dari Myanmar untuk memperbaiki citra dan memperkuat hubungan regional, terutama dengan negara tetangga Thailand yang memiliki peran strategis dalam ASEAN dan kawasan Asia Tenggara.
Dampak dan Harapan ke Depan
Langkah Myanmar untuk kembali aktif dalam hubungan ASEAN dapat membuka peluang dialog yang konstruktif dan penyelesaian konflik di dalam negeri. Kerja sama bilateral dengan Thailand, terutama dalam bidang ketenagakerjaan dan pemberantasan kejahatan lintas negara, menjadi bagian penting dari upaya stabilisasi kawasan.
Namun, keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada komitmen Myanmar untuk menjalankan konsensus ASEAN dan menghormati prinsip-prinsip demokrasi serta hak asasi manusia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













