Tangis Ibu Eks Istri Brigadir ISH di DPR Peluk Foto Anak, Minta Usut Tuntas
Tangis Ibu Eks Istri Brigadir ISH di DPR Minta Usut Tuntas Kematian Putrinya
PlatMerah.com, Jakarta – Yestin Laia, ibu dari Winda Lorenza Gowasa (WLG), mantan istri Brigadir ISH yang meninggal dunia dengan dugaan bunuh diri di Medan, menangis saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Ia memeluk foto anaknya sambil meminta agar kematian putrinya diusut tuntas.
Yestin menyatakan ketidakpuasan terhadap hasil rapat dengan Komisi III DPR, khususnya mengenai video makam putrinya yang telah digali namun tidak mendapat tanggapan dari pihak berwenang. Ia menegaskan fokus penyelidikan harus pada penyebab kematian Winda, apakah benar bunuh diri atau dibunuh.
Permintaan Pengusutan Kematian Winda Lorenza Gowasa
Yestin secara tegas meminta agar semua pihak, termasuk Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan DPR, membantu mengusut kematian putrinya. Ia menolak isu-isu lain yang berkembang untuk mengaburkan penyelidikan inti atas kematian Winda.
“Tolong jangan dibuat semua masalah-masalah yang kita lihat ini adalah, diperiksa dulu dia ini, apakah kasusnya ini bunuh diri atau dibunuh, itu aja. Tolonglah tolonglah Mama,” ungkapnya sambil menangis.
Kejanggalan dan Dugaan Kematian
Yestin menyampaikan pihak keluarga melihat sejumlah kejanggalan yang membuat mereka meragukan bahwa Winda meninggal karena bunuh diri. Mereka menduga adanya kemungkinan Winda dibunuh. Selain itu, Yestin mempertanyakan waktu kematian yang berbeda-beda informasi, antara pukul 14.30 WIB yang diterimanya dan informasi makam Winda telah digali sebelum matahari terbit.
Yestin juga mengaku belum menerima hasil autopsi dan tidak diberitahu saat proses otopsi maupun olah tempat kejadian perkara dilakukan. Selain itu, ia meminta barang-barang pribadi putrinya, termasuk telepon seluler dan perhiasan, dikembalikan kepada keluarga.
Fakta Kematian Menurut Kepolisian
Winda ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Medan Helvetia, Kota Medan. Polrestabes Medan memastikan kematian Winda adalah bunuh diri dengan menggunakan senjata api milik mantan suaminya, ISH. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan kesimpulan tersebut berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan Inafis, Laboratorium Forensik, dan autopsi.
Hasil autopsi menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, hanya ditemukan satu luka tembak pada bagian kepala. Polisi menyatakan adanya senjata api di dalam kamar mandi tempat Winda ditemukan meninggal.
Konteks dan Perkembangan Penyidikan
Kasus ini menjadi perhatian publik dan mendapat sorotan karena adanya keraguan dari keluarga korban atas hasil penyelidikan. Yestin Laia berharap proses penyelidikan dilakukan secara transparan dan objektif agar kebenaran penyebab kematian Winda dapat terungkap dengan jelas.
Permintaan Yestin agar penyelidikan fokus pada kematian Winda di rumah mantan suaminya, ISH, dan rumah orang tua ISH, menegaskan pentingnya menuntaskan kasus ini tanpa terganggu oleh isu-isu di luar kematian korban.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












