Profil Gus Kikin, Ketum PBNU 2026-2031 Pilihan 9 AHWA
PlatMerah.com, Surabaya – KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmat 2026-2031. Pilihan ini muncul dari kesepakatan sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan.
Siapa Sosok Gus Kikin?
Gus Kikin lahir pada 17 Agustus 1958 dari pasangan KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Maksum. Ia tumbuh besar di lingkungan pesantren, khususnya di Pondok Pesantren Sunan Ampel, Jombang, yang didirikan oleh ayahnya. Dari garis ibunya, Gus Kikin memiliki keturunan langsung dari KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan Pesantren Tebuireng.
Dalam hal pendidikan, Gus Kikin menempuh pembelajaran agama di pesantren dan juga mengikuti pendidikan formal di Madrasah Ibtidaiyah Parimono, SMP Negeri 1 Jombang, dan SMA Negeri 2 Jombang. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia melanjutkan ke Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta dan kemudian ke Universitas Terbuka.
Pengalaman Profesional dan Usaha
Sebelum aktif di pesantren dan organisasi NU, Gus Kikin memiliki pengalaman di bidang pelayaran dan bisnis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Cabang Wilayah Cilegon di PT Djakarta Lloyd dan terlibat dalam berbagai usaha seperti transportasi, pelayaran, kontraktor migas, teknologi informasi, dan media. Pengalaman ini menjadi modal penting sebelum akhirnya fokus menjalankan aktivitas di pesantren dan organisasi NU.
Kepemimpinan di Pesantren Tebuireng
Gus Kikin mulai dipercaya sebagai Wakil Pengasuh Pesantren Tebuireng pada tahun 2016. Setelah wafatnya KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah pada tahun 2020, Gus Kikin melanjutkan kepengasuhan pesantren tersebut. Di bawah kepemimpinannya, Pesantren Tebuireng mengembangkan kajian kitab klasik dan mendirikan Tebuireng Institute for Islamic Studies yang fokus pada pemikiran KH Hasyim Asy’ari.
Memimpin PWNU Jawa Timur
Pada Konferwil NU Jawa Timur di Pesantren Tebuireng pada 3 Agustus 2024, Gus Kikin terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur periode 2024-2029. Dalam kepemimpinannya, ia mendorong penguatan organisasi dan koordinasi program, termasuk penataan berbagai usaha dan pengelolaan rumah sakit yang berada di bawah pengelolaan PWNU Jawa Timur.
Terpilih sebagai Ketua Umum PBNU 2026-2031
Pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama, sembilan anggota AHWA secara mufakat memilih Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU periode 2026-2031. Keputusan ini menandai puncak karier Gus Kikin dalam organisasi NU setelah perjalanan panjang sebagai pengasuh pesantren, pengusaha, dan pemimpin di tingkat wilayah NU.
Dengan latar belakang pendidikan pesantren yang kuat, pengalaman di dunia usaha, serta rekam jejak kepemimpinan organisasi NU, Gus Kikin diharapkan mampu membawa PBNU menghadapi tantangan ke depan dan memperkuat peran Nahdlatul Ulama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













