Kapal Induk USS Abraham Lincoln Singgah di Thailand Setelah Penugasan Panjang di Timur Tengah
PlatMerah.com, Thailand – Kapal induk bertenaga nuklir Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, dijadwalkan tiba di pelabuhan Laem Chabang, Thailand, sebagai bagian dari kunjungan pelabuhan setelah menjalani penugasan panjang di kawasan Timur Tengah. Persiapan keamanan dan fasilitas telah diperketat untuk menyambut kedatangan para pelaut dan Marinir yang telah bertugas selama hampir sembilan bulan tanpa singgah di pelabuhan.
Setelah meninggalkan California pada November 2025, USS Abraham Lincoln sempat beroperasi di Laut China Selatan sebelum dialihkan ke Timur Tengah. Penugasan kapal induk ini berkisar pada dukungan operasi militer AS di kawasan tersebut, terutama terkait konflik dengan Iran. Kapal induk ini tercatat menjalani penugasan tanpa gangguan selama lebih dari 250 hari, sebuah rekor durasi yang menimbulkan perhatian khusus terhadap kondisi fisik dan mental awak kapal.
Persiapan Sambutan di Pattaya
Kota Pattaya, yang sejak era Perang Vietnam menjadi destinasi rekreasi bagi pasukan AS, meningkatkan keamanan dengan menyiapkan sekitar 600 petugas untuk memberikan pengamanan dan bantuan yang diperlukan selama kunjungan. Wali Kota Pattaya menyatakan bahwa sekitar 40 bus telah disiapkan untuk mengangkut para pelaut dari pelabuhan ke kota dan kembali secara bertahap hingga kapal berangkat kembali.
Para awak kapal yang telah bertugas selama hampir 280 hari tanpa turun ke darat ini akan menggunakan waktu kunjungan untuk beristirahat dan bersantai. Pemerintah setempat juga menegaskan komitmen menjaga keselamatan serta menetapkan harga yang adil agar tidak terjadi eksploitasi selama kunjungan.
Perjalanan Pulang Melalui Selat Singapura
Dalam perjalanan pulang, USS Abraham Lincoln dan kapal pengawal USS Robert Smalls (CG-62) terlihat melintasi Selat Malaka dan Selat Singapura, melewati perairan dekat Batam, Indonesia. Penampakan kapal induk ini menarik perhatian jurnalis dan fotografer yang berada di sekitar wilayah tersebut.
Kapal ini telah beroperasi di Komando Indo-Pasifik AS selama sekitar satu minggu setelah hampir tujuh bulan bertugas di Komando Pusat AS. Penugasan kapal induk di Timur Tengah sendiri telah mengalami pola penempatan yang lebih lama, dengan durasi rata-rata mencapai 8,5 bulan, terutama setelah serangan Hamas pada Oktober 2023 di Israel selatan.
Kondisi Kapal dan Awak yang Menjadi Sorotan
Penugasan yang panjang menimbulkan sorotan terhadap kondisi kapal dan kesehatan mental awak. Laporan media menyebutkan adanya krisis mental, termasuk percobaan bunuh diri, serta kekurangan pasokan makanan dan produk kebersihan di atas kapal. Hal ini memicu kritik terhadap kebijakan perang Presiden Donald Trump terhadap Iran dan menjadi perhatian besar di dalam negeri AS.
Rotasi Kapal Induk di Timur Tengah
USS Abraham Lincoln telah digantikan oleh USS George Washington yang tiba di Timur Tengah pada Agustus 2026. Penggantian ini merupakan bagian dari rotasi kapal induk yang dilakukan Angkatan Laut AS untuk mempertahankan kehadiran militer di wilayah tersebut. Kemudian, USS Theodore Roosevelt juga dipersiapkan untuk menggantikan USS George Washington dalam beberapa pekan mendatang, melanjutkan penugasan yang diproyeksikan berlangsung lebih dari tujuh bulan.
Rotasi ini menandakan strategi AS dalam mempertahankan kekuatan militernya di Selat Hormuz dan kawasan Timur Tengah, meskipun durasi penugasan yang panjang menimbulkan tantangan bagi personel dan logistik.
Kunjungan USS Abraham Lincoln ke Thailand dan perjalanan pulang melalui perairan dekat Indonesia memberikan gambaran dinamika penugasan kapal induk AS yang sarat dengan tantangan operasional dan kondisi awak yang perlu mendapat perhatian serius.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












