BPTD Lampung Rayakan HUT ke-9 dengan Donor Darah, Pemeriksaan Kesehatan, dan Aksi Sosial
HUT ke-9 BPTD Lampung: Lebih Dari Sekadar Perayaan
Plat Merah – Pada Selasa, 21 Juli 2026, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Lampung menggelar serangkaian kegiatan yang menandai ulang tahun ke-9 lembaga tersebut. Daripada sekadar upacara formal, perayaan ini dipilih menjadi momentum aksi sosial: donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung serta pemeriksaan kesehatan yang disponsori PT Jasa Raharja Cabang Lampung. Kepala BPTD, Jonter Sitohang, menegaskan bahwa rangkaian acara ini mencerminkan nilai kepedulian dan semangat kebersamaan keluarga besar BPTD.
Latar Belakang Perayaan dan Nilai Humanis
Sejak dibentuk pada 2017, BPTD Lampung bertugas mengawasi, mengatur, dan mengembangkan jaringan transportasi darat di provinsi yang memiliki tantangan geografis beragam. Sepuluh tahun perjalanan organisasi ini tak lepas dari dinamika peningkatan infrastruktur, penegakan regulasi, serta pelayanan publik yang semakin terintegrasi. Pada HUT ke-9, manajemen BPTD memutuskan untuk menambahkan dimensi sosial pada perayaan, menyoroti bahwa pelayanan publik bukan hanya tentang regulasi jalan raya, melainkan juga tentang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta pegawai internal.
Rangkaian Kegiatan Hari HUT
1. Donor Darah Bersama PMI Lampung
Acara donor darah dilaksanakan di aula utama BPTD mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB. PMI Lampung menyiapkan tim medis lengkap, termasuk dokter, perawat, dan tenaga lab. Selama empat jam, sebanyak 78 relawan – terdiri atas pegawai tetap, kontrak, serta beberapa mitra eksternal – berhasil menyumbangkan total 4500 mililiter darah. Data golongan darah yang paling banyak disumbangkan adalah Golongan O (45%), diikuti A (30%), B (20%), dan AB (5%).
2. Pemeriksaan Kesehatan oleh Jasa Raharja
Di sela-sela donor, tim kesehatan dari PT Jasa Raharja melakukan pemeriksaan lengkap bagi seluruh pegawai yang hadir. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan skrining mata serta gigi. Hasil awal menunjukkan bahwa 12% pegawai memiliki tekanan darah tinggi (pre‑hipertensi) dan 8% menunjukkan kadar gula darah mendekati ambang diabetes. Semua yang terdeteksi mendapat rekomendasi tindak lanjut dan jadwal kontrol lanjutan.
Kolaborasi Strategis: PMI dan Jasa Raharja
Kerja sama dengan PMI dan Jasa Raharja bukan kebetulan. Kedua lembaga memiliki mandat yang selaras dengan tujuan BPTD: meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan dan keselamatan. PMI, sebagai organisasi kemanusiaan terbesar di Indonesia, menyediakan infrastruktur donor darah yang standar nasional, sementara Jasa Raharja, yang dikenal dengan program asuransi kecelakaan lalu lintas, memperluas cakupan layanan kesehatannya ke sektor publik.
- PMI menyediakan ruang donor, alat sterilisasi, dan tenaga medis bersertifikasi.
- Jasa Raharja mengirim tim medis khusus yang memiliki pengalaman dalam skrining kesehatan pekerja transportasi.
- Kedua pihak menyiapkan materi edukasi tentang pentingnya donor darah dan pencegahan penyakit tidak menular.
Dampak dan Implikasi Bagi Pegawai serta Masyarakat
Berikut beberapa dampak yang diidentifikasi:
- Kesehatan Pegawai: Deteksi dini kondisi kesehatan memungkinkan intervensi lebih cepat, mengurangi risiko absensi kerja jangka panjang.
- Kesadaran Sosial: Partisipasi aktif dalam donor darah meningkatkan rasa memiliki terhadap program kemanusiaan nasional.
- Reputasi Institusi: BPTD memperkuat citra sebagai lembaga yang peduli tidak hanya pada regulasi transportasi, tetapi juga pada kesejahteraan manusia.
- Sinergi Antar‑Lembaga: Kolaborasi ini dapat menjadi model bagi instansi lain untuk mengintegrasikan layanan kesehatan ke dalam agenda kerja mereka.
Analisis Kebijakan dan Prospek Kedepan
Pengintegrasian kegiatan kesehatan ke dalam agenda BPTD sejalan dengan kebijakan pemerintah tentang Human Capital Development dan One Health. Pemerintah Kementerian Perhubungan telah menekankan pentingnya kesehatan pekerja transportasi sebagai faktor penunjang keselamatan di jalan raya. Dengan menunjukkan contoh praktis, BPTD Lampung dapat menjadi laboratorium kebijakan yang kemudian direplikasi oleh BPTD lain di seluruh Indonesia.
Ke depan, BPTD berencana menjadikan program ini tahunan, menambah elemen edukasi keselamatan berkendara, serta melibatkan komunitas lokal untuk memperluas jaringan donor. Juga diusulkan pembentukan unit kecil di setiap kantor cabang BPTD yang secara rutin melakukan skrining kesehatan, sehingga data kesehatan pegawai dapat dikelola secara terpusat.
Kronologi Acara HUT ke-9
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| 08:00 – 08:30 | Pembukaan resmi oleh Jonter Sitohang, sambutan PMI dan Jasa Raharja |
| 08:30 – 12:00 | Sesi donor darah (78 relawan, 4500 ml) |
| 10:00 – 12:30 | Pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, gula, kolesterol, mata, gigi) |
| 12:30 – 13:30 | Istirahat, makan siang bersama, dan sesi edukasi donor darah |
| 13:30 – 15:00 | Forum diskusi: “Kesehatan Pegawai sebagai Pilar Keselamatan Transportasi” |
| 15:00 – 15:30 | Penutupan, pengumuman hasil donor, dan rencana program tahun depan |
Data Statistik Singkat
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Total peserta donor | 78 orang |
| Total darah terkumpul | 4.500 ml |
| Golongan darah O | 35 orang (45%) |
| Pegawai dengan pre‑hipertensi | 9 orang (12%) |
| Pegawai dengan risiko diabetes | 6 orang (8%) |
Dengan keberhasilan acara ini, BPTD Lampung tidak hanya menandai satu dekade layanan transportasi, tetapi juga menegaskan komitmen terhadap kesehatan masyarakat dan pegawai. Semangat yang ditunjukkan pada 21 Juli 2026 diharapkan menjadi fondasi kuat bagi inovasi kebijakan, kolaborasi lintas sektoral, dan budaya kerja yang lebih humanis di seluruh jaringan transportasi darat Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













