6 Dokter Internship Meninggal, DPR Minta Evaluasi Total
PlatMerah.com, Jakarta – Enam dokter internship (magang) meninggal dunia sepanjang tahun 2026. Peristiwa ini memicu tuntutan evaluasi total dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan langkah tegas Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencegah tragedi serupa terulang.
Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, menyatakan dukungan penuh atas keputusan Kemenkes yang meliburkan sementara 10.564 dari sekitar 12.000 dokter magang untuk menjalani pemeriksaan ulang kesehatan fisik dan jiwa secara menyeluruh. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi keselamatan dokter maupun pasien.
Enam Dokter Internship yang Meninggal
Sepanjang 2026, enam dokter magang dilaporkan meninggal dunia di berbagai daerah, yaitu:
- AMW (RSUD Pagelaran)
- KAP (RS Bhina Bhakti Husada)
- EBH (RS Bhayangkara Denpasar)
- MAZ (RSUD KH Daud Arif)
- MZD (RSUD Sukadana)
- SZM (RS Sentra Medika Cisalak)
Penyebab: Beban Kerja dan Tekanan Psikologis
Neng Eem menjelaskan bahwa jam kerja yang terlalu panjang, beban tugas berat, dan tekanan psikologis di garda terdepan pelayanan kesehatan sangat rentan memicu burnout (kelelahan ekstrem) hingga gangguan mental serius. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kelalaian medis.
Oleh karena itu, pengetatan medical check-up (MCU) dan tes kepribadian Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI) bertujuan memberikan penanganan dini dan pendampingan psikologis, bukan untuk memberikan stigma kepada calon dokter.
“Deteksi dini ini murni bentuk perlindungan. Jika sejak awal ditemukan adanya indikasi masalah kesehatan atau kelelahan mental, mereka bisa langsung mendapatkan terapi, pendampingan, atau penyesuaian beban kerja. Dokter yang terganggu kesehatan jiwanya tentu berisiko mengalami kelalaian,” ujar Neng Eem di Jakarta, Jumat (31/7).
Langkah Kemenkes: Liburkan Sementara dan Screening Ulang
Sebagai respons atas tragedi tersebut, pemerintah resmi meliburkan sementara 10.564 dari sekitar 12.000 dokter magang mulai 30 Juli hingga 14 Agustus 2026 untuk menjalani screening ulang massal. Langkah ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap enam kasus kematian tersebut.
DPR Minta Evaluasi Total
Komisi IX DPR RI memastikan akan mengawal evaluasi dua pekan ini. Neng Eem menegaskan bahwa tragedi ini harus menjadi koreksi mendasar bagi tata kelola program magang nasional.
“Tragedi hilangnya nyawa enam dokter muda ini harus menjadi koreksi mendasar bagi tata kelola program magang nasional. Komisi IX akan memastikan bahwa setelah evaluasi dua pekan ini selesai, regulasi jam kerja dan sistem pengawasan di rumah sakit rujukan benar-benar memanusiakan para tenaga medis kita,” pungkasnya.
Evaluasi ini diharapkan menghasilkan regulasi yang lebih ketat mengenai jam kerja, kesejahteraan, dan pengawasan dokter internship di seluruh Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













