Ratusan Siswa SDII Standar Cambridge Solo Keracunan MBG, SPPG Yayasan Al Abidin Ditutup
PlatMerah.com, Solo – Sebanyak 108 siswa SDII Al Abidin di Solo mengalami keracunan makanan yang diduga berasal dari menu Makan Bergizi (MBG) pada Selasa, 27 Juli 2026. Akibat kejadian ini, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Yayasan Al Abidin di Banyuanyar 1 resmi ditutup sementara oleh Satgas MBG Kota Solo untuk proses investigasi.
Fakta Utama Kasus Keracunan
Keracunan massal yang terjadi menyebabkan sejumlah siswa mengeluhkan gejala seperti mual, pusing, sakit perut, dan muntah. Namun, hasil awal investigasi menunjukkan tidak semua siswa yang mengalami gejala tersebut mengonsumsi makanan dari menu MBG. Beberapa siswa juga membeli makanan dari kantin sekolah.
Penutupan dan Investigasi SPPG
Satgas MBG Kota Solo, yang dipimpin oleh Purwanti, mengambil langkah tegas dengan menutup sementara dapur SPPG Yayasan Al Abidin. Penutupan ini dilakukan demi memastikan standar keamanan pangan terpenuhi dan untuk mencegah kejadian serupa terjadi kembali.
Tim investigasi juga diperluas, tidak hanya pada tata kelola dapur MBG namun juga pada kantin sekolah dan air minum yang tersedia. Dinas Kesehatan Solo telah mengambil sampel makanan dari dapur MBG, jajanan kantin, dan air minum galon untuk diuji di laboratorium. Hasil uji laboratorium dijadwalkan keluar paling cepat pada Selasa minggu depan.
Konteks Pendidikan dan Standar Internasional
SDII Al Abidin diketahui menggunakan standar pendidikan internasional dari Cambridge Assessment International Education (CAIE) yang terkenal dengan kurikulum dan kualifikasi pendidikan berkualitas untuk anak usia 5 hingga 19 tahun. Hal ini semakin menambah perhatian terhadap kualitas layanan, termasuk aspek pemenuhan gizi dan keamanan makanan di lingkungan sekolah.
Dampak dan Tindakan Lanjutan
Penutupan sementara SPPG ini menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah dan instansi terkait. Satgas MBG bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Solo memperketat pengawasan terhadap dapur MBG dan kantin sekolah untuk memastikan seluruh standar keamanan pangan dipenuhi sebelum dapur dapat beroperasi kembali.
Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya pengelolaan makanan yang aman di lingkungan sekolah, terutama yang melibatkan program pemenuhan gizi bagi siswa. Pemeriksaan menyeluruh dan tindakan pencegahan diharapkan dapat mencegah risiko keracunan massal di masa mendatang.
Harapan dan Langkah Selanjutnya
- Penegakan standar keamanan pangan yang ketat di dapur dan kantin sekolah.
- Koordinasi antara Satgas MBG, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan untuk pengawasan berkala.
- Pendidikan kepada siswa dan pengelola kantin tentang pentingnya kebersihan dan keamanan makanan.
- Pengujian rutin terhadap bahan makanan dan air minum yang disediakan di sekolah.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan SDII Al Abidin dan sekolah lainnya di Solo dapat memberikan lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi siswa, sekaligus menjaga reputasi pendidikan berbasis standar internasional seperti Cambridge Assessment.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













