Kesepian Bisa Melanda Siapa Saja, Cukup Didengar untuk Merasa Tak Sendirian

Kesepian Bisa Melanda Siapa Saja, Cukup Didengar untuk Merasa Tak Sendirian

PlatMerah.com – Kesepian adalah perasaan yang bisa dialami siapa saja, tidak hanya oleh mereka yang benar-benar sendiri, tapi juga oleh orang-orang yang berada di tengah keramaian. Rasa kesepian ini sering kali muncul karena kebutuhan untuk didengarkan dan memiliki hubungan interpersonal yang bermakna.

Fenomena Kesepian dalam Kehidupan Sehari-hari

Gita, seorang perempuan asal Makassar, mengalami kesulitan yang berujung pada migrain berkepanjangan akibat rasa kesepian yang dialaminya. Meski tinggal bersama keluarga, ia merasa kurang didengarkan dan kesepian karena perbedaan pandangan dengan anggota keluarga serta sedikitnya waktu bertemu teman. Ia mencoba mencari solusi dengan bergabung di komunitas hobi dan pertemanan online, namun tetap merasa belum sepenuhnya teratasi.

Sementara itu, Rian, pria asal Purworejo yang berjiwa introvert, merasa kesepian meski berada di keramaian. Ia kesulitan membuka obrolan dan lebih sering memendam perasaan, sehingga merasa tidak hadir dalam percakapan sosial. Rian juga mencoba mengatasi kesepiannya dengan bergabung dalam komunitas pertemanan daring yang membuatnya merasa dihargai dan diterima.

Data dan Dampak Kesepian

Menurut laporan WHO berjudul “From Loneliness to Social Connection” yang dipublikasikan pada Juni 2025, satu dari enam orang di dunia mengalami kesepian. Kesepian bukan masalah sepele karena terkait dengan sekitar 871.000 kematian per tahun yang dipengaruhi oleh faktor kesepian. Faktor-faktor yang berkontribusi termasuk kesehatan buruk, pendapatan rendah, kehidupan sendiri, dan kurangnya dukungan sosial serta kebijakan yang memadai.

Memahami Kesepian Lebih Dalam

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Wuri Prasetyawati, menjelaskan bahwa kesepian adalah perasaan subjektif terkait kualitas dan kuantitas hubungan interpersonal seseorang. Orang bisa merasa kesepian meskipun memiliki banyak teman jika kualitas hubungan tersebut kurang bermakna. Sebaliknya, seseorang dengan sedikit teman bisa tidak merasa kesepian jika hubungan tersebut intens dan memuaskan.

Faktor Penyebab Kesepian

  • Faktor internal seperti kepribadian, kepercayaan diri, dan pengalaman masa lalu.
  • Faktor perubahan seperti pindah kota, konflik, atau putus hubungan asmara.
  • Faktor sosial seperti sikap individualis dalam masyarakat modern.

Strategi Mengatasi Kesepian

Wuri menyarankan menurunkan ekspektasi terhadap orang lain sebagai salah satu cara mengurangi kesepian, karena kesepian sering kali berkaitan dengan perbedaan antara harapan dan kenyataan dalam hubungan sosial. Selain itu, membangun pertemanan secara bertahap dari lingkaran kecil dan memperbanyak interaksi sederhana seperti bertukar pesan dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan sosial.

Komunitas yang berfokus pada minat dan hobi juga dapat menjadi sarana efektif untuk membangun hubungan yang bermakna dan mengurangi rasa kesepian, berbeda dengan komunitas yang hanya bertujuan mencari teman sebagai bentuk reaksi terhadap kesepian itu sendiri.

Kesepian dan Kesehatan Mental

Perasaan kesepian yang berkepanjangan dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental, seperti yang dialami Gita dengan migrain yang semakin parah. Konsultasi dengan profesional kesehatan mental dapat membantu mengatasi penyebab psikologis yang mendasari kesepian dan dampaknya.

Untuk itu, penting bagi individu yang merasakan kesepian untuk mencari dukungan, baik melalui keluarga, teman, komunitas, maupun tenaga profesional, agar tidak merasa sendiri dan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermakna.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup