Menkes Buka Donasi untuk Perbaikan Alat Kesehatan Pasca Gempa NTT, DPR dengan LHKPN Besar Diajak Bantu
PlatMerah.com, Jakarta – Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, mengumumkan pembukaan donasi untuk memperbaiki dan mengganti alat kesehatan yang rusak akibat gempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil karena pencairan anggaran dari pemerintah pusat memerlukan waktu yang relatif lama, sehingga diperlukan alternatif pendanaan agar layanan kesehatan di daerah terdampak dapat segera pulih.
Kerusakan Fasilitas Kesehatan Akibat Gempa di NTT
Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa gempa yang melanda NTT menyebabkan banyak fasilitas dan alat kesehatan mengalami kerusakan. Data kerusakan sudah didata secara rinci, termasuk alat-alat yang dapat diperbaiki dan yang harus diganti. Sebanyak 166 Puskesmas terdampak, dan Kementerian Kesehatan berupaya mencari dana dari berbagai sumber, seperti sponsorship dan donasi, untuk mempercepat pemulihan.
Peran DPR dan Dukungan Donasi
Dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026), Menkes mengajak anggota DPR, khususnya yang memiliki Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang besar, untuk turut membantu pendanaan perbaikan alat kesehatan di NTT. Menkes menegaskan bahwa donasi dapat disalurkan langsung ke fasilitas kesehatan terdampak tanpa harus melalui Kementerian Kesehatan.
Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, “Kalau teman-teman DPR yang LHKPN-nya besar mau bantu juga, list-nya ada, nanti tinggal koordinasi dengan pihak yang ditunjuk untuk pengiriman bantuan.” Ia juga menyebutkan bahwa bantuan dari pihak swasta, termasuk pemilik rumah sakit, sangat berarti dan dianggap sebagai bagian dari amal ibadah.
Upaya Pengumpulan Dana dan Percepatan Pemulihan
Kementerian Kesehatan membuka diri untuk menerima donasi dari berbagai pihak yang ingin berkontribusi dalam pemulihan fasilitas kesehatan di NTT. Dengan mekanisme donasi ini, diharapkan perbaikan alat kesehatan dapat dilakukan lebih cepat ketimbang menunggu proses pencairan anggaran pemerintah yang cenderung lambat.
Langkah ini mengacu pada pengalaman serupa yang dilakukan Kemenkes saat bencana di Aceh, di mana pendanaan dari berbagai sumber berhasil mempercepat pemulihan layanan kesehatan di daerah bencana.
Signifikansi Dukungan untuk Layanan Kesehatan di NTT
Gempa yang melanda NTT tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mengganggu pelayanan kesehatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak. Dengan adanya dukungan dana tambahan, terutama dari donasi yang cepat cair, diharapkan layanan kesehatan dapat kembali optimal sehingga masyarakat mendapatkan akses yang layak terhadap fasilitas medis.
Donasi yang diterima akan langsung disalurkan untuk memperbaiki dan mengganti alat kesehatan sesuai daftar yang telah didata oleh Kementerian Kesehatan, sehingga memberikan dampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah bencana.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













