BNPT Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Radikalisme di Ruang Digital

BNPT Perkuat Perlindungan Anak dari Ancaman Radikalisme di Ruang Digital

PlatMerah.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat upaya perlindungan terhadap anak-anak Indonesia dari ancaman radikalisme yang semakin masif di ruang digital. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga dalam kerangka Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme (RAN-PE).

Upaya Perlindungan Anak di Era Digital

Kepala BNPT Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono menyampaikan pentingnya sinergi antar kementerian dan lembaga dalam menghadapi pergeseran pola radikalisasi yang memanfaatkan ruang digital sebagai medium penyebaran pengaruh ekstremisme. Dalam acara Kolaborasi Implementasi Pemenuhan Hak dan Perlindungan Korban Ekstremisme Berbasis Kekerasan dan Tindak Pidana Terorisme di Jakarta, Eddy menegaskan bahwa perlindungan anak menjadi prioritas dalam pencegahan radikalisme.

Tantangan Kompleks di Era Digital

Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Lodewijk Freidrich Paulus, menambahkan bahwa tantangan pencegahan terorisme saat ini semakin kompleks, terutama dengan adanya pergeseran pola radikalisasi yang aktif memanfaatkan ruang digital. Oleh karena itu, pemerintah harus memperkuat perlindungan dan pemulihan korban sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman ekstremisme kekerasan di berbagai lini.

Penguatan Kapasitas Pendamping dan Ekosistem Sosial

Lodewijk menekankan perlunya memperkuat kapasitas pendamping dan menciptakan ekosistem sosial yang ramah terhadap penyintas agar dapat mencegah retraumatisasi, baik di ruang publik maupun ruang digital. Ia juga menyerukan penolakan terhadap segala bentuk intoleransi dan ekstremisme kekerasan di Indonesia.

Komitmen Nasional dalam Menangkal Terorisme

Pemerintah berkomitmen untuk terus meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap aksi terorisme. Upaya ini meliputi penguatan kolaborasi lintas sektor serta pemantauan terhadap aktivitas yang berpotensi mengarah pada radikalisme dan terorisme, terutama yang memanfaatkan teknologi digital.

Melalui langkah-langkah strategis ini, diharapkan anak-anak Indonesia dapat terlindungi dari pengaruh negatif radikalisme dan ekstrimisme, sehingga mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman dan kondusif di era digital yang terus berkembang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup