Respons UGM atas Viral Dugaan Dokter PPDS Cibir Pasien BPJS di Medsos

Respons UGM atas Viral Dugaan Dokter PPDS Cibir Pasien BPJS di Medsos

PlatMerah.com – Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan tanggapan terkait viralnya dugaan komentar negatif yang dilakukan oleh seorang peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) terhadap pasien peserta BPJS Kesehatan di media sosial.

Latar Belakang Viral Dugaan Cibiran

<pKasus ini bermula dari unggahan seorang pasien BPJS bernama Yurizal yang mengeluhkan pelayanan di rumah sakit yang tidak kunjung mendapatkan ruang perawatan meski telah menunggu selama delapan jam. Unggahan tersebut viral di platform Threads pada 22 Juli 2026 dan memicu berbagai tanggapan, termasuk komentar pedas dari beberapa akun tenaga kesehatan, salah satunya seorang dokter berinisial EPR yang merupakan peserta PPDS FKKMK UGM.

Respons dan Tindakan UGM

Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, menyatakan bahwa universitas memberikan perhatian serius atas kasus ini dan telah membahasnya secara internal, khususnya di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK). Proses pembahasan masih berlangsung dan UGM berkomitmen untuk memberikan update setelah hasilnya tersedia.

EPR sendiri telah menyampaikan permintaan maaf atas komentar yang dianggap tidak berempati tersebut.

Posisi RSUP Dr Sardjito

Manajer Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan, menegaskan bahwa EPR bukan pegawai rumah sakit melainkan peserta PPDS dari FKKMK UGM. RSUP Dr Sardjito menyatakan akan berkoordinasi dengan UGM untuk menangani permasalahan ini secara kolaboratif.

Banu juga menyampaikan bahwa pihak rumah sakit terkejut dengan viralnya unggahan tersebut dan menekankan pentingnya klarifikasi sebelum mengambil kesimpulan terkait kondisi sebenarnya.

Konteks dan Implikasi

Kasus ini menyoroti pentingnya profesionalisme dan etika dalam pelayanan kesehatan, khususnya di era digital di mana komentar di media sosial dapat berdampak luas dan cepat menjadi perhatian publik. RSUP Dr Sardjito dan UGM berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan dan pelayanan kesehatan yang aman, profesional, dan menjunjung tinggi etika kedokteran.

Sampai saat ini, identitas lengkap pasien Yurizal, lokasi rumah sakit perawatan, dan kondisi medisnya belum terungkap secara resmi.

Perhatian Publik

Selain itu, kabar meninggal dunia Yurizal pada 31 Juli 2026 yang disampaikan oleh seorang netizen yang mengaku sepupunya, memicu simpati sekaligus menguatkan sorotan terhadap komentar negatif yang pernah dilontarkan kepadanya. Hal ini menjadi pengingat pentingnya empati dan kehati-hatian dalam menggunakan media sosial, terutama oleh tenaga kesehatan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup