Kemenkum Uji E-Voting Pilih Kakanwil, Pegawai Bisa Lihat Rekam Jejak Kandidat
Uji Coba E-Voting dalam Pemilihan Kakanwil Kementerian Hukum
PlatMerah.com, Jakarta – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) tengah menguji sistem electronic voting (e-voting) untuk proses pemilihan kepala kantor wilayah (kakanwil). Sistem ini memberikan kesempatan kepada pegawai untuk memilih calon pejabat yang sudah melalui proses seleksi dengan transparansi penuh melalui akses rekam jejak kandidat.
Inovasi ini dilakukan untuk membongkar paradigma lama birokrasi yang selama ini tertutup dan hanya diketahui oleh segelintir orang. Melalui e-voting, pegawai yang nantinya akan dipimpin oleh kakanwil terpilih diberi peran aktif dalam memberi penilaian terhadap calon pemimpin mereka.
Mekanisme dan Transparansi Sistem E-Voting
Kepala Badan Strategi Kebijakan Kemenkumham, Andry Indrady, menjelaskan bahwa setiap pegawai dapat mengakses profil lengkap kandidat melalui sistem kepegawaian Kementerian Hukum (SIMPEG). Informasi yang dapat diakses meliputi rekam jejak tugas, nilai uji kompetensi, serta catatan dari Inspektorat Jenderal.
Proses pemilihan dilakukan secara online dengan pegawai login ke dalam SIMPEG untuk melihat dan memilih kandidat. Sistem ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh kepada pegawai agar pemilihan dapat berlangsung objektif dan transparan.
Kewenangan Menteri Hukum Tetap Terjaga
Meskipun e-voting memberikan suara kepada pegawai, kewenangan penetapan pejabat tetap berada di tangan Menteri Hukum dan HAM. Hasil e-voting berfungsi sebagai instrumen tambahan yang membantu menteri dalam menilai kandidat secara partisipatif dan prosedural sebelum pengambilan keputusan akhir.
Fase Eksperimen dan Evaluasi
Uji coba sistem e-voting telah dilakukan di tiga kantor wilayah, yakni Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur. Saat ini, sistem masih dalam tahap eksperimen kebijakan yang akan terus dievaluasi untuk melihat dampaknya terhadap kualitas kepemimpinan pejabat yang terpilih.
Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa sistem e-voting dapat menghasilkan pemimpin yang sesuai harapan pegawai dan menteri sebagai pimpinan tertinggi.
Respon dan Harapan dari Kantor Wilayah
Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kepulauan Bangka Belitung, Johan Manurung, menyambut positif sistem e-voting sebagai inovasi yang mencerminkan semangat transformasi digital, transparansi, dan partisipasi dalam tata kelola pemerintahan.
Johan berharap inovasi ini menjadi inspirasi bagi pengembangan sistem digital lainnya di lingkungan Kementerian Hukum untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja layanan pemerintahan.
Signifikansi dan Dampak Inovasi E-Voting
Penerapan e-voting dalam pemilihan pejabat di lingkungan birokrasi Kemenkumham menjadi terobosan penting menuju tata kelola yang lebih terbuka dan partisipatif. Sistem ini turut mendukung modernisasi birokrasi dengan melibatkan langsung pegawai dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak pada kepemimpinan mereka.
Dengan transparansi rekam jejak kandidat dan akses informasi yang lengkap, diharapkan proses seleksi pejabat menjadi lebih objektif dan sesuai dengan kebutuhan organisasi serta harapan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













