Al Ghazali Jaga Privasi Anak, Tak Mau Ekspos Wajah karena Kekhawatiran Penyalahgunaan AI

Al Ghazali Jaga Privasi Anak, Tak Mau Ekspos Wajah karena Kekhawatiran Penyalahgunaan AI

PlatMerah.com, JakartaAl Ghazali memilih menjaga privasi anak pertamanya, Soleil Zephora Ghazali, dengan tidak memperlihatkan wajahnya secara utuh ke publik. Keputusan ini diambil sebagai bentuk proteksi terhadap risiko penyalahgunaan gambar anak di era digital, terutama dengan kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Putra sulung Ahmad Dhani dan Maia Estianty ini menegaskan bahwa publikasi wajah anak sepenuhnya akan mengikuti keinginan sang buah hati di masa depan. “Anakku sudah sangat sadar kamera, tapi aku tidak mau mempublikasikan wajahnya sekarang. Aku jaga dan akan memperlihatkan jika sudah pantas dan anaknya mengizinkan,” ujarnya saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu (5/9/2026).

Alasan Protektif terhadap Privasi Anak

Al Ghazali mengaku memiliki kekhawatiran terhadap potensi penyalahgunaan teknologi AI yang semakin masif dan rentan disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Sebagai figur publik yang sudah terbiasa dengan sorotan kamera sejak kecil, Al Ghazali memahami risiko di dunia digital, termasuk penggunaan foto anak secara negatif.

“Ada rasa khawatir, apalagi banyak orang-orang jahat yang memanfaatkan AI untuk hal-hal yang tidak baik. Jadi lebih baik aku menjaga privasi anakku,” jelasnya.

Perkembangan Anak dan Perhatian Khusus

Meskipun belum memperlihatkan wajah sang anak secara penuh, Al Ghazali sering membagikan potret dengan sudut terbatas. Ia mengamati perkembangan fisik dan karakter wajah anaknya yang mulai menunjukkan perpaduan antara dirinya dan Alyssa Daguise, ibunda Soleil Zephora.

“Awal-awal lahir, wajahnya sangat mirip ibunya. Sekarang mulai terlihat alis dan ada beberapa sudut yang mirip denganku,” tutur Al Ghazali.

Selain menjaga privasi, Al Ghazali juga memilih untuk sementara waktu mengurangi aktivitas syuting agar bisa mendampingi dan menyaksikan tumbuh kembang anaknya secara langsung. Ia tidak ingin melewatkan momen penting seperti anak belajar merangkak dan berbicara.

Kebijakan Privasi Sesuai Keinginan Anak

Keputusan untuk memperlihatkan wajah anaknya ke publik tidak memiliki patokan usia tertentu. Al Ghazali akan menyerahkan sepenuhnya pada keputusan dan kesiapan anaknya kelak.

“Aku selalu katakan, tergantung anaknya mau atau tidak. Kalau sudah siap dan pantas, baru aku akan perlihatkan. Saat ini aku lebih memilih menjaga daripada mengambil risiko,” tambahnya.

Keputusan ini sejalan dengan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya perlindungan data dan privasi anak di dunia digital, yang menjadi perhatian banyak orang tua di era teknologi saat ini.

Dengan sikap protektif ini, Al Ghazali berharap dapat memberikan ruang tumbuh kembang yang aman dan nyaman bagi putrinya tanpa harus terpapar risiko negatif dari publikasi yang tidak terkendali.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup