Desainer Muda Jogja Sarah Azzahra Tembus Final Nasional Fatmawati Trophy

Desainer Muda Jogja Sarah Azzahra Tembus Final Nasional Fatmawati Trophy

PlatMerah.com, Yogyakarta – Desainer muda asal Yogyakarta, Sarah Azzahra, berhasil melaju ke babak final nasional Fatmawati Trophy setelah masuk tiga besar Kurasi Region 7 di Semarang. Sarah yang mewakili DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta tampil dengan rancangan bertajuk “Sumbu Kartika” yang memadukan filosofi perjuangan dengan Batik Nitik khas Yogyakarta.

Keberhasilan Sarah Azzahra di Fatmawati Trophy

Kemenangan Sarah bersama perwakilan dari Kabupaten Sleman dan Wonosobo membuka jalan menuju puncak kompetisi nasional yang akan digelar di Bali pada Oktober 2026. Keberhasilan ini dianggap sebagai bukti bahwa ruang ekspresi dan pendampingan bagi anak muda dapat membuka peluang masuk ke ekosistem industri kreatif yang lebih luas.

Dukungan dari DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menilai bahwa sebagian besar peserta ajang ini masih berusia di bawah 25 tahun dan mampu menunjukkan kualitas karya yang luar biasa. Menurutnya, Fatmawati Trophy bukan sekadar kompetisi desain busana, tetapi juga membawa pesan sejarah perjuangan Ibu Negara Fatmawati Soekarno dalam menjahit Bendera Merah Putih.

Eko berharap capaian anak muda ini dapat dikembangkan menjadi bagian dari ekosistem industri kreatif di Yogyakarta yang menghubungkan berbagai sektor seperti tata busana, perias pengantin, dan penyelenggara acara. Sebagai persiapan menuju final nasional, DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta berencana menggelar peragaan busana outdoor di lokasi bersejarah di Kota Yogyakarta sebagai wadah latihan dan ekspresi bagi para talenta muda.

Konsep Rancangan “Sumbu Kartika”

Rancangan Sarah yang berjudul “Sumbu Kartika” didasarkan pada tiga elemen filosofi, yaitu Akar, Nyala, dan Cahaya. Konsep ini dipadukan dengan Batik Nitik, warisan budaya Yogyakarta yang telah berkembang sejak abad ke-18 dan menjadi ciri khas daerah tersebut.

Sarah menjelaskan bahwa proses persiapan rancangan tersebut memakan waktu sekitar satu bulan. Motif rancangannya menggambarkan pantulan cahaya sebagai representasi sosok Fatmawati, dipadukan dengan teknik titik-titik khas Batik Nitik Yogyakarta.

Harapan Menuju Final Nasional

Karya Sarah diperagakan oleh sejumlah model muda, termasuk Desvi Erinda yang berharap waktu persiapan menjelang final di Bali dapat digunakan untuk menyempurnakan detail desain. Mereka optimistis rancangan tersebut mampu bersaing dengan karya-karya terbaik dari daerah lain di tingkat nasional.

Momentum untuk Mengembangkan Industri Kreatif Lokal

Keberhasilan Sarah Azzahra tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga momentum untuk mempertemukan potensi anak muda dengan kekayaan budaya lokal Yogyakarta. Pendampingan berkelanjutan diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang dalam ekosistem industri kreatif yang semakin luas di daerah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup