Asap Karhutla Tersebar ke Medan dan Sekitarnya, Jarak Pandang Berkurang
PlatMerah.com, Medan – Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyebar ke wilayah Kota Medan dan sekitarnya pada Rabu (16/9/2026), menyebabkan jarak pandang di daerah tersebut menurun drastis antara satu hingga lima kilometer. Kondisi ini berdampak pada penurunan kualitas udara yang masuk dalam kategori sedang hingga tidak sehat.
Fakta Sebaran Asap dan Dampaknya
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, menjelaskan bahwa asap bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara. Meskipun asap tersebut dipastikan berasal dari kebakaran hutan dan lahan, asal titik api belum dapat dipastikan secara pasti dan masih memerlukan pengecekan lapangan.
Hingga kini, terdapat enam titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan menengah terdeteksi di wilayah Sumatera Utara, meliputi Deli Serdang, Medan, Labuhanbatu, Padang Lawas Utara, Tapanuli Utara, dan Tapanuli Selatan.
Jarak Pandang dan Kualitas Udara
Data dari Stasiun Meteorologi Silangit, Kualanamu, dan Aek Godang menunjukkan jarak pandang di lokasi pengamatan berkisar antara satu hingga lima kilometer, bersamaan dengan kondisi kabut dan asap. Konsentrasi partikel PM2.5 yang terpantau menunjukkan kualitas udara dalam kategori sedang hingga tidak sehat.
Konteks dan Imbauan untuk Masyarakat
Kondisi jarak pandang yang terbatas ini berpotensi menimbulkan risiko saat berkendara, sehingga masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati. Kabut dan asap yang menyelimuti wilayah Medan dan sekitarnya dapat mengganggu visibilitas dan kesehatan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, orang tua, dan penderita penyakit pernapasan.
Upaya pemantauan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengurangi dampak asap dan meningkatkan kualitas udara di wilayah terdampak.
Perkembangan Terkini dan Pemantauan
Pemantauan hotspot dan kualitas udara akan terus dilakukan untuk memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Pemerintah dan instansi terkait juga diharapkan segera melakukan tindakan mitigasi serta sosialisasi agar risiko akibat asap karhutla dapat diminimalkan.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan mengurangi kegiatan yang dapat memperburuk kualitas udara di dalam ruangan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













