Kisah Inspiratif Perjuangan Wisudawan UMSURA yang Kini Pimpin Klinik di Ende

Kisah Inspiratif Perjuangan Wisudawan UMSURA yang Kini Pimpin Klinik di Ende

Plat Merah – Perjuangan wisudawan UMSURA, pernah hidup sulit saat koas kini pimpin klinik di Ende [titlebase] menjadi sorotan utama setelah upacara wisuda di Dyandra Convention Centre Surabaya pada 1 Juni 2024. Dr. Muhamad Ibrahim Sengaji, lulusan Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) UMSURA, mengisahkan bagaimana masa koas yang penuh tantangan di Nusa Tenggara Timur membentuk tekadnya untuk mengubah wajah layanan kesehatan di daerah asal.

Setelah menamatkan studi profesi di Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan, Ibrahim kembali ke tanah kelahirannya, Ende, dengan visi mengurangi kesenjangan akses layanan medis. Pada saat itu, fasilitas kesehatan di Ende masih terbatas, hanya berupa pos kesehatan sederhana yang tidak mampu menangani kasus-kasus berat. Pengalaman pribadi ketika harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan perawatan menambah kepedulian Ibrahim terhadap kondisi tersebut.

Perjuangan wisudawan UMSURA, pernah hidup sulit saat koas kini pimpin klinik di Ende [titlebase] tidak hanya terbatas pada aspek profesional. Selama masa koas, ia harus mengatasi keterbatasan sarana, kekurangan obat, dan bahkan masalah transportasi yang menghambat kunjungan pasien. Namun, semangatnya tidak padam; ia memanfaatkan setiap kesempatan belajar dari tim medis di RS Muhammadiyah Lamongan, mengamati bagaimana sebuah klinik dapat berkembang menjadi rumah sakit yang memberikan manfaat luas.

Berbekal ilmu dan pengalaman, Ibrahim memprakarsai pembangunan Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende pada tahun 2022. Klinik tersebut kini menjadi tumpuan utama layanan kesehatan bagi masyarakat Flores, menawarkan layanan rawat jalan, rawat inap, serta program pencegahan penyakit. Dengan mengintegrasikan teknologi telemedicine, klinik mampu menjangkau desa-desa terpencil yang sebelumnya tidak terlayani.

Keberhasilan klinik tidak lepas dari dukungan Universitas Muhammadiyah Surabaya. UMSURA meluncurkan beasiswa khusus untuk mahasiswa asal daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) sebagai bentuk apresiasi terhadap alumni yang berkontribusi pada pembangunan daerah. Beasiswa ini diharapkan dapat menumbuhkan lebih banyak profesional kesehatan yang kembali berbakti di tanah air, mengikuti jejak Ibrahim.

Selain aspek layanan medis, Ibrahim juga aktif dalam program edukasi kesehatan bagi masyarakat. Ia mengadakan pelatihan bagi tenaga kesehatan lokal, serta kampanye penyuluhan tentang pentingnya imunisasi dan gizi seimbang. Upaya tersebut terbukti meningkatkan kesadaran masyarakat, dengan peningkatan signifikan pada angka kunjungan ke klinik sejak 2023.

Perjuangan wisudawan UMSURA, pernah hidup sulit saat koas kini pimpin klinik di Ende [titlebase] kini menjadi contoh nyata bahwa pendidikan tinggi dapat menghasilkan perubahan sosial yang konkret. Cerita Ibrahim menginspirasi mahasiswa UMSURA lainnya untuk tidak melupakan akar daerah asal dan berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Dalam sambutannya pada acara wisuda, Direktur Fakultas Kesehatan UMSURA menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi dan praktisi lapangan. Ia menyatakan, “Kami bangga memiliki alumni seperti Dr. Ibrahim yang membuktikan bahwa ilmu yang didapat di kampus dapat diimplementasikan secara langsung untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.”

Ke depan, Klinik Utama Rawat Inap Muhammadiyah Ende berencana memperluas layanan dengan menambah unit gawat darurat dan laboratorium lengkap. Ibrahim berharap, dalam lima tahun ke depan, klinik dapat bertransformasi menjadi rumah sakit kelas B, sekaligus menjadi pusat rujukan bagi seluruh wilayah NTT.

Kesimpulannya, perjalanan Dr. Muhamad Ibrahim Sengaji dari koas yang penuh keterbatasan hingga memimpin sebuah klinik utama di Ende menegaskan pentingnya komitmen, pendidikan, dan dukungan institusional. Perjuangan wisudawan UMSURA, pernah hidup sulit saat koas kini pimpin klinik di Ende [titlebase] menjadi bukti kuat bahwa perubahan positif dapat dimulai dari satu individu yang bertekad kuat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.

Tinggalkan Balasan

Tutup