Kisah Ngadimin Tukang Becak Usia 70 Tahun di Kudus Saya Masih Semangat Bekerja
PlatMerah.com, Kudus – Ngadimin, seorang tukang becak berusia 70 tahun di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, masih aktif mengayuh becaknya setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup. Meski usianya sudah lanjut, semangat kerja Ngadimin tetap tinggi dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Semangat Kerja yang Tak Pernah Padam
Ngadimin telah menarik becak selama lebih dari 40 tahun. Becak yang digunakannya pun sudah berusia tua, dibeli sejak puluhan tahun lalu dan menunjukkan tanda-tanda keausan seperti karat dan cat kusam. Namun, hal itu tidak menghalanginya untuk tetap berkeliling mengayuh becak di berbagai sudut Kota Kudus.
Setiap pagi, sebelum matahari terbit, Ngadimin sudah mulai bekerja dan terus mengayuh hingga matahari tenggelam. Ia biasanya berangkat menuju Pasar Baru di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Jati, untuk menjemput pedagang pisang dan penumpang lain yang membutuhkan jasa becaknya.
Penghasilan dan Kehidupan Sehari-hari
Penghasilan Ngadimin sebagai tukang becak tidak menentu, rata-rata sekitar Rp 50 ribu per hari. Meski demikian, ia tidak mengeluh dan memilih tetap bekerja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia dan istrinya, yang berjualan mainan di depan sekolah, berusaha mandiri tanpa merepotkan kelima anak mereka.
Ngadimin menyimpan setiap rupiah hasil kerja kerasnya untuk kebutuhan hidup dan menabung untuk persiapan masa tua. Saat merasa lelah, ia beristirahat sejenak di atas becaknya sebelum melanjutkan perjalanan.
Manfaat Sosial dan Kegiatan Sehari-hari
Bekerja sebagai tukang becak bukan hanya soal penghasilan bagi Ngadimin, tetapi juga kesempatan untuk bersosialisasi. Ia menikmati bertemu dengan teman-teman di jalan dan merasa hidupnya lebih berarti dibandingkan hanya berdiam di rumah tanpa aktivitas.
Meski usianya sudah tidak muda, Ngadimin belum berniat berhenti. Pekerjaan ini sudah menjadi kebiasaan dan bagian dari kehidupannya selama puluhan tahun.
Konteks dan Pentingnya Kisah Ini
Kisah Ngadimin menggambarkan semangat gigih para pekerja lanjut usia yang terus berjuang di tengah keterbatasan ekonomi. Di Kota Kudus, keberadaan tukang becak seperti Ngadimin juga menjadi bagian penting dari transportasi tradisional yang masih dibutuhkan masyarakat sehari-hari.
Semangat dan ketekunan Ngadimin menjadi contoh nyata bagaimana kerja keras dan rasa tanggung jawab dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga meski dalam kondisi yang tidak mudah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Plat Merah.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.













